Virus Corona

Dikritisi Soal Masker, Dinkes DKI Bela Jokowi-Paparkan Resiko Penularan Covid-19 di Ruang Terbuka

Jokowi Dikritisi Soal Penggunaan Masker, Dinkes DKI Sebut Resiko Penularan Covid-19 di Ruang Terbuka Cukup Rendah

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau perkembangan pembangunan Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara pada Senin (25/4/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut, risiko penularan Covid-19 di ruang terbuka cukup rendah.

Karena itu, Dinas Kesehatan DKI mendukung langkah Presiden RI Joko Widodo yang melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, kebijakan pelonggaran masker sudah disampaikan Presiden cukup detail.

Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah mengeluarkan surat edarannya kepada masyarakat.

 

“Prinsipnya kan di dalam ruangan dan luar, lebih kecil risikonya. Pada saat di luar ruangan, saat ada kerumunan kecil kan risikonya kecil,” ujar Dwi usai rapat kerja dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Rabu (18/5/2022).

Menurut dia, masyarakat harus tetap menggunakan masker saat berada di ruang tertutup, terlebih jika jarak antarwarga berdekatan.

Kata dia, kebijakan yang dikeluarkan Presiden tentu sudah melalui kajian yang komprehensif dengan melibatkan para ahli, termasuk mengukur risiko penularannya.

 

“Alhamdulillah saat ini Covid-19 sangat turun ya, dibanding beberapa bulan lalu, dan alhamdulillah juga kita sudah habis libur lebaran dan dua minggu ini situasinya juga saat ini relatif masih baik, seperti sebelum lebaran,” katanya.

Baca juga: Anies Lengser, Forkabi Minta Jokowi Tunjuk Marullah Matali Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta

Baca juga: Kasus Hepatitis Misterius di DKI Jakarta Kembali Bertambah, Jakbar Jadi Wilayah Paling Banyak Kasus

“Jadi belum ada perubahan, perbedaan kasus dan mudah-mudahan kondisi ini bisa terus. Jadi kita bisa bertahap untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru,” lanjutnya.

 

Dwi mengatakan, pagebluk Covid-19 yang ditetapkan sejak Maret 2020 lalu telah memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi pemerintah dan masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved