Pendidikan

Cegah Klaster Sekolah, Kepala Disdik Jabar Tetap Perintahkan Penggunaan Masker di Lingkungan Sekolah

Penggunaan masker di sekolah dapat menghindari siswa bukan hanya dari penularan Covid-19 melainkan juga dari debu atau penyakit lainnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi seusai meresnikan Playeducation di Sekolah Cakra Buana, Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (19/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS -- Meski Presiden Joko Widodo telah membolehkan membuka masker di ruang terbuka, namun hal itu tidak diturunkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi ke sekolah-sekolah.

Alasannya, kata Dedi, pihaknya menilai penggunaan masker di sekolah dapat menghindari siswa bukan hanya dari penularan Covid-19 melainkan juga dari debu atau penyakit lainnya.

"Kita enggak mau nantinya akan menimbulkan klaster sekolah, untuk itu saya belum menginstruksikan untuk membuka masker di dalam area sekolah," papar Dedi kepada wartawan saat berkunjung ke Kantor PWI Kota Depok, Jalan Melati Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Jokowi Longgarkan Penggunaan Masker, Iwan Setiawan Berharap Ada Dampak Positif Terhadap Ekonomi

"Indonesia ini kan sedang menuju ke Endemi tetapi sejauh ini saya belum menginstruksikan membuka masker walaupun di lapangan sekolah atau di luar kelas," tandasnya.

Termasuk di antaranya menghalau penyakit Hepatitis Akut misterius yang kini tengah menghantui sejumlah negara termasuk Indonesia.

Terkait hal itu, Dedi mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada seluruh sekolah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan termasuk dalam mencegah penyakit Hepatitis Akut misterius.

Baca juga: Dikritisi Soal Masker, Dinkes DKI Bela Jokowi-Paparkan Resiko Penularan Covid-19 di Ruang Terbuka

"Penularannya (Hepatitis Akut misterius) cepat tapi karena kita sudah terbiasa menangani Covid-19 jadi kami sudah melakukan pencegahan tersebut dengan prokes (Covid-19) salah satunya," tuturnya.

Sejauh ini, Dedi mengaku pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya 12 siswa yang terindikasi Hepatitis Akut misterius.

"Kalau secara nasional itu kan laporannya ada 220 kasus tapi untuk di Jabar saya lupa berapa jumlah pastinya," akunya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved