Senin, 27 April 2026

Kriminalitas

Penculik Bocah di Bogor Mengaku Pengawal Bahar Bin Smith hingga Perekrut Pelaku Bom Sarinah

"Dia mengatakan dua kali menjalani pidana terorisme di Lapas Gunung Sindur. Saat di sana, tersangka mengaku sebagai pengawal Bahar Smith," kata Iman

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, saat memberi keterangan pers pada Kamis (12/5/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - ARA (27), pelaku penculik sejumlah bocah di Bogor, Jakarta dan Tangerang Selatan, mengaku sebagai pengawal Bahar bin Smith saat berada di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Jumat (13/5/2022).

"Dia mengatakan dua kali menjalani pidana terorisme di Lapas Gunung Sindur. Saat di sana, tersangka mengaku sebagai pengawalnya Bahar Smith," kata Iman. 

Pelaku juga mengaku sebagai perekrut pelaku bom Sarinah dan terlibat dalam kerusuhan di Bawaslu tahun 2019.

"Kami sedang kroscek hal ini dengan data-data yang dimiliki Mabes Polri," paparnya.

Polisi terus lakukan koordinasi dengan Densus 88 terkait pengakuan ARA yang terlibat terorisme.

Sejauh ini ada 12 anak yang diculik oleh tersangka dan semuanya laki laki.

"Dari 12 yang diculik, 3 orang yang dicabuli. Dia melihat kondisi fisik anaknya, hanya yang berpenampilan menarik yang dicabuli," tutur Iman.

Baca juga: Pelaku Penculikan di Bogor Mengaku Sebagai Polisi Saat Menjerat Korbannya

Untuk motif penculikan, polisi masih terus menggali keterangan tersangka.

"Sampai dengan hari ini, motifnya untuk kepentingan ekonomi. Handphone anak diambil terus dijual," jelas mantan Kapolres Tangerang Selatan ini.

Motif lainnya terkait kelainan seksual yang dimiliki tersangka. Kalau menarik, anaknya di cabuli.

"Semua korbannya anak laki-laki. Kita kerjasama dan koordinasi dengan P2TP2A untuk memberikan pendampingan psikologi bagi korban," ucap Iman.

Baca juga: Pelaku Penculik Anak di Bogor Berusaha Menabrak Polisi Saat Akan Ditangkap

Selain itu, ada upaya tersangka untuk menanamkan kebencian terhadap pemerintah kepada korban.

"Dia juga memberikan pemahaman yang keliru tentang agama kepada korban selama dalam penguasaan dia," pungkas Iman.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved