Lifestyle

Ingin Wanita Bekerja di Ruang Publik? Empat Pihak Ini Harus Mendukung

empat pihak ini harus mendukung bila ingin wanita bekerja di ruang publik. Hal ini disampaikan Yayasan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB).

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Cahya Nugraha
Ingin Wanita Bekerja di Ruang Publik? Empat Pihak Ini Harus Mendukung. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ingin wanita bekerja di ruang publik? empat pihak ini harus mendukung.

Yayasan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) membuat acara Forum Diskusi Para Pihak (Multi-Stakeholders) untuk Mendukung Perempuan Bekerja.

Berlokasi di Hotel The Margo, Kecamatan Beji, Kota Depok pada Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Polisi Ringkus Penculik Anak di Wilayah Bogor, Tangsel dan Jakarta, Pelaku Residivis Kasus Terorisme

Acara ini berbentuk Focus Group Discussion (FGD) terarah berdasarkan pertanyaan kunci yang dipandu oleh fasilitator untuk mempertemukan empat pihak dalam mendukung perempuan bekerja.

Pihak tersebut antara lain pimpinan atau staf perusahaan/pengusaha/pelaku usaha, pemerintah, media, dan ormas keagamaan.

Mereka ini merupakan pihak yang wajib mendukung wanita bekerja di ruang publik.

Baca juga: Pelaku Penculikan Bocah yang Meresahkan Warga Bogor dan Jakarta Ditangkap di Senayan

Manajer Operasional Yayasan Rumah Kita, Nurasiah Jamil, turut menuturkan bahwa acara ini guna mengidentifikasi praktik terbaik untuk meningkatkan dukungan kepada perempuan.

"Tujuan adalah mendorong praktek terbaik dan Menganalisa pentingnya membangun narasi beragama untuk mendukung perempuan bekerjan di ruang publik," ucapnya.

Rumah KitaB mengembangkan program pemberdayaanperempuan dalam penguatan ekonomi sebagai upaya  perubahan norma gender yang lebih positif untuk advokasi hak-hak bekerja bagi perempuan.

Upaya ini penting karena muncul pandangan yang menganggap perempuan sebaiknya tidak menjadi pemimpin dan tidak boleh bekerja.

Pekerjaan yang dilakukan hanya dari rumah sebagai satu-satunya norma yang dianggap paling tepat dan pantas bagi perempuan.

Padahal, dalam tradisi Indonesia, dengan latar belakang agama dan ragamnya budaya, perempuan bekerja bukanlah hal yang baru dan tabu.

Baca juga: Atlet Dayung Kabupaten Bogor Sumbang Emas di Sea Games, Ini Tanggapan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan

Era industrialisasi membuka peluang kepada perempuan untuk bekerja di sektor apapun.

Namun, masuknya perempuan ke dunia kerja tidak secara otomatis dapat dukungan secara baik.

Padahal dalam perkembangan global, peluang bekerja bagi perempuan semakin terbuka.

Hampir tidak ada wilayah maupun jenis pekerjaan yang secara normatif terlarang bagi perempuan.

Harus diakui, terbukanya peluang bagi perempuan bekerja membutuhkan perubahan-perubahan norma yang positif bagi mereka dan peran tokoh agama sangat sentral dalam menyuarakan dukungan positif bagi perempuan bekerja

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved