Kabupaten Bogor
Selama Libur Lebaran, Disbudpar Kabupaten Bogor Pantau Penerapan Prokes di Tempat Wisata
Meskipun ada sejumlah pelonggaran aturan, tetapi masyarakat harus tetap waspada dengan penularan Covid-19.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartpakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBONONG - Libur Lebaran dalam rangka hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah sebentar lagi tiba.
Meskipun ada sejumlah pelonggaran aturan, tetapi masyarakat harus tetap waspada dengan penularan Covid-19.
Apalagi di tempat-tempat wisata, penerapan protokol kesehatan harus tetap dijaga.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Bogor Deni Humaedi kepada Wartakotalive.com, Sabtu (23/4/2022).
Baca juga: Layani Mudik Lebaran di Jalur Puncak Bogor, Polres Bogor Siapkan 7 Rest Area
"Libur Idul Fitri 1443 Hijriah ini cukup panjang. Untuk Kabupaten Bogor, kita bukan bicara mudik tetapi bersiap menerima kedatangan wisatawan," kata Deni.
Menurut dia, masyarakat tidak boleh terlalui euforia dengan adanya pelonggaran aturan Covid-19 selama libur Lebaran.
"Kita harus siap dan tidak lalai. Wisata itu kan berbahagia, wisata itu bersukaria. Karena itu kita harus jaga protokol kesehatan," tuturnya.
Disbudpar Kabupaten Bogor akan memantau penerapan prokes di tempat-tempat wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti curug, kolam renang, dan wahana air.
Baca juga: Hindari Lonjakan Harga Tiket, Puluhan Warga Pilih Mudik Lebaran Lebih Awal
"Besok tim internal kita akan mulai melakukan pengawasan ke tempat-tempat wisata," papar Deni.
Tim internal ini akan terus mengingatkan tempat-tempat wisata, hotel dan restoran untuk taat prokes dan menggunakan aplikasi Pedulilindungi.
Mantan Camat Cisarua ini menambahkan tingkat okupansi hotel di Kabupaten Bogor selama bulan Ramadan sedikit turun.
"Biasanya selama Ramadan, tingkat okupansi hotel turun. Tetapi hotel dan restoran menyiasati kondisi ini dengan membuat promo buka puasa," jelasnya.
Baca juga: Jumlah Penumpang di Terminal Kalideres Melonjak, Harga Tiket Tujuan Bali Naik Rp Rp 200.000
Untuk Lebaran, Deni yakin okupansi hotel akan tinggi karena suasana perayaan Idul Fitri tahun ini tidak mencekam seperti dua tahun sebelumnya dengan banyak pelarangan.
"Tahun ini ada pelonggaran. Saya pikir ini bagus untuk peningkatan pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Bogor," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pariwisata-dan-Kebudayaan-Kabupaten-Bogor-Deni-Humaedi.jpg)