Opini

Era Disrupsi : Peluang dan Tantangan Birokrasi Berbasis Digital di Era Revolusi Industri 4.0

Era Disrupsi : Peluang dan Tantangan Birokrasi Berbasis Digital dan Tata Kelola Pemerintahan di Era Revolusi Industri 4.0

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
William Yani, mahasiswa S3 Doktoral Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Era Disrupsi merupakan era dimana terjadi dan munculnya inovasi yang besar secara mendasar yang mampu merubah semua tatatan kehidupan yang memunculkan model dan cara-cara baru dalam kehidupan.

Perubahan itu terjadi karena pengaruh adanya hal yang cukup besar yang mempengaruhi pola hidup manusia antara lain ada pandemic covid 19, revolusi industry 4.0 dan juga perubahan iklim yang saat ini menjadi trend dunia.

Era tersebut memerlukan respon yang cepat dan adanya open mind dan pemikiran yang out of the box serta didukung dengan inovasi dalam beraktifitas untuk tetap bertahan hidup dalam segala hal, sehingga akan bagi orang maupun kelompok yang tidak mampu beradaptasi akan tergilas dan terlupakan.

Manusia sebagai makhluk sosial yang diaugerahi kemampuan untuk berdaptasi dan kemampuan untuk mampu berinovasi dalam kondisi apapun menjadi modal utama untuk menghadapi era ini.

Menurut Maulana Ihsan teknologi menghasilkan inovasi disruptif, yang mengganggu kemapanan.

Disrupsi, yang disebut Rhenald Kasali bukan sekedar fenomena hari ini (today), melainkan fenomena "hari esok" (the future) yang dibawa oleh para pembaharu ke saat ini, hari ini (the present) tidak memberi helaan nafas yang panjang bagi suatu pemerintahan untuk punya cukup waktu memikirkan kebijakan yang antisipatif.

Saat ini dimana dunia masuk dalam revolusi industri 4.0 yaitu masa di mana terjadinya penggabungan antara teknologi digital dan internet dengan indutri konvensional yang bertujuan untuk peningkatan produktivitas, efisiensi dan layanan kepada konsumen secara signifikan merupakan konsep revoluasi industi 4.0 (Prasetyo & Sutopo, 2017).

Pada era revolusi industry 4.0 manusia dipaksa untuk mampu berdaptasi dengan perubahan dan siap berinteraksi dengan mesin karena adanya kolaborasi yang harus berjalan antara manusia dan mesin.

Tenaga manusia berlahan digantikan oleh mesin yang notabene adalah produk inovasi manusia yang diharapkan mampu memudahkan manusia dalam menjalankan kehidupannya.

Baca juga: Takut Harga Tiket Naik, Misti Warga Wonosobo Pulang Mudik Lebaran Lebih Awal

Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pemkab Bogor Musnahkan 21.491 Botol Miras

Melihat apa yang terjadi di dunia ini seakan alam mendukung terjadinya Era Disrupsi tersebut, perubahan pola hidup yang semula adalah manual dipaksa untuk mengikuti perkembangan terutama dalam kehidupan digital.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved