Pemilu 2024

Syarikat Islam : Pemerintah Wajib Mendengar Suara Mahasiswa & Rakyat

Syarikat Islam : Pemerintah Wajib Mendengar Suara Mahasiswa & Rakyat. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Suasana Haul di Pesantren Al Hamidy Banyu Anyar Pamekasan Madura pimpinan KH Mohammad Rofii Baidhowi pada Rabu (20/4/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Indonesia menuntut Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluarkan pernyataan resmi menolak tegas penundaan pemilu dan mendukung pemilu 2024.

Mereka menyampaikan akan melakukan aksi besar pada 21 April 2022 agar Jokowi memenuhi tuntutan tersebut.

Ketua BEM Universitas Indonesia Bayu Satria Utomo menjelaskan, sebelum menggelar aksi tersebut, mereka bakal menggelar Kongres Rakyat pada 18 April 2022.

Namun, Bayu belum memaparkan secara rinci soal lokasi dan rencana aksi tersebut karena masih dalam perencanaan.

"Di Kongres Rakyat, kami ingin mempertemukan seluruh elemen yakni mahasiswa, buruh, petani, LSM, akademisi, dan lain-lain untuk membahas kajian setiap elemen," kata Bayu.

Dalam demo 21 April 2022, Bayu mengatakan banyak kampus lain yang tergabung di AMI akan ikut turun ke jalan.

Bayu menjelaskan sudah ada 100 ketua lembaga/komunitas mahasiswa yang bergabung di AMI.

Terkait hal tersebut, Ferry Juliantono Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI) menanggapi rencana demonstrasi mahasiswa yang akan diselenggarakan di gelar kembali 21 April 2022.

Hal tersebut disampaikan Ferry ketika mendampingi Ketua Umum PP SI Dr Hamdan Zoelva dalam acara Haul di Pesantren Al Hamidy Banyu Anyar Pamekasan Madura pimpinan KH Mohammad Rofii Baidhowi.

"Gerakan mahasiswa adalah hati nurani bangsa. Suara mahasiswa adalah Juga suara umat, suara buruh, suara pekerja, suara rakyat. Pemerintah wajib mendengar suara mahasiswa, buruh, pekerja dan rakyat. Dengar dan berubahlah sebelum semuanya terlambat," ujar Ferry, Rabu (20/4/2022).

Baca juga: Buntut Kecelakaan, KAI Tutup Permanen Perlintasan KA Liar Citayam-Depok

Baca juga: Berbagi di Bulan Penuh Berkah, Front Pemuda Muslim Maluku Berbuka Puasa Bersama Masyarakat Marjinal

Menurut Ferry, tuntutan mahasiswa adalah wujud aspirasi rakyat yang berkembang di tengah-tengah masyarakat yang resah, gelisah dan bingung di tengah kenaikan sejumlah harga sejumlah komoditas pangan jelang lebaran.

Belum lagi, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tarif dasar listrik di tambah lagi rencana kenaikan harga gas dan elpiji akan membuat rakyat makin putus asa.

"Mahasiswa menangkap amanat penderitaan rakyat ini yang lalu di suarakan melalui aksi unjuk rasa. Belum lagi elit politik dan pemerintahan yang terus mencoba menggoreng isu penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden yang jelas melanggar konstitusi membuat suasana terus memanas meski masih dalam bulan ramadan," tegas Ferry.

"Kami himbau sekali lagi Pemerintah serius merespon tuntutan mahasiswa, buruh, pekerja ini dan wajib hukumnya untuk melaksanakan tuntutan itu," pungkas Ferry.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved