Ramadan

Sejumlah Tempat Hiburan Malam di Tangerang Selatan Nekat Buka di Saat Ramadan

Operasi gabungan ini dilaksanakan karena adanya aduan masyarakat terkait tempat hiburan malam yang masih buka di bulan Ramadan tanpa izin.

Editor: Umar Widodo
Istimewa
Petugas Satpol PP Tangerang Selatan sedang mendata pekerja hiburan malam yang terkena razia 

 Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Satuan Polisi Pamong Praja melakukan operasi gabungan bersama jajaran polisi dan TNI.

Mereka melakukan penertiban ke empat titik hiburan malam yang ada di daerah Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Setu.

Operasi gabungan ini dilaksanakan karena adanya aduan masyarakat terkait tempat hiburan malam yang masih buka di bulan Ramadan tanpa izin.

Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Oki Rudianto mengatakan adanya aduan terkait tempat hiburan malam yang masih buka di bulan Ramadan serta tidak memiliki izin. 

"Kami mendapatkan aduan langsung dari masyarakat sekitar terkait tempat karaoke yang masih buka, lalu kami melakukan investigasi dan terbukti benar, lalu kami tindak," ungkap Oki, Minggu (17/4/2022). 

Ia menjelaskan dari hasil operasi gabungan kali ini terdapat ratusan miras dan sound system yang disita.

"Kami mendapatkan ratusan minuman beralkohol dan kami juga menyita sound system yang digunakan untuk melakukan karaoke," ujarnya.

"Kami akan terus melakukan penindakan kepada siapa pun yang melanggar Perda aturan yang berlaku," sambung Oki.

Sementara itu, Camat Ciputat Bachtiar Pryambodo menyampaikan keterangan bahwa tempat hiburan ini berada di aset Pemkot Tangsel. 

"Tempat ini merupakan aset Pemkot Tangsel, dan kami akan koordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pembongkaran," ucapnya.

"Kami akan melakukan pendataan lebih lanjut kepada tempat-tempat hiburan yang ada di Kecamatan Ciputat dan kami akan mengimbau sesuai dengan Perda yang berlaku," kata Bachtiar.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fahri menambahkan, barang sitaan akan dilaporkan izin sita ke Pengadilan yang selanjutnya izin pemusnahan dan adapun titik lokasi lainnya yang dilaporkan oleh masyarakat masih dalam tahap penyelidikan. 

"Tentunya akan kita lakukan OTT setelah mendapatkan informasi yang lengkap untuk segera ambil langkah tindak. Sampai saat ini sudah 3 titik lokasi yang kita lakukan OTT terkait pelanggaran perda terkait hiburan malam," paparnya. (dik)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved