Rabu, 6 Mei 2026

Berita Kabupaten Bogor

Berslogan 'Kampus Bertauhid', Universitas Djuanda Miliki 3 Kata Kunci: Riset, Tauhid & Diakui Dunia

Tekankan Tauhid, Ini Profil Universitas Djuanda Bogor. Berikut Selengkapnya

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kampus Universitas Djuanda di Ciawi, Bogor 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIAWI - Universitas Djuanda (Unida) di Ciawi merupakan salah satu kampus besar di Kabupaten Bogor.

 

Dengan slogan "Kampus Bertauhid", universitas ini menekankan pembentukan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dengan karakter tauhid bagi para mahasiswanya.

 

Universitas Djuanda lahir pada 21 Maret 1987 oleh Letnan Jendral TNI Purn. H. Alamsyah Ratu Perwiranegara.

 

"Alhamdulillah kami sudah masuk ke milad yang ke-35," kata Wakil Rektor III Unida Ir Himmatul Miftah, M.Si., dalam wawancara eksklusif dengan Warta Kota yang berlangsung belum lama ini.

Nama Djuanda diambil untuk menghormati pahlawan nasional berdarah sunda, Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja yang banyak berkiprah di bidang pemerintahan di Indonesia.

 

"Mungkin kalau anak sekarang enggak begitu kenal ya, tetapi paling tidak nama Djuanda ini sebagai salah satu pahlawan nasional," ujar Miftah.

 

Dia menjelaskan bahwa saat menjadi Perdana Menteri Indonesia pada 1975, bisa meyakinkan dunia bahwa luas wilayah Indonesia itu terdiri atas batas-batas kepulauan di ujung wilayahnya.

 

"Deklarasi Juanda ini merupakan salah satu karya monumental beliau," tuturnya.

Baca juga: Tak Hanya Cetak Lulusan Unggul Dalam Bidang Akademik, Universitas Djuanda Tekankan Pendidikan Tauhid

Baca juga: Libur Panjang Akhir Pekan, SIM Keliling Tetap Buka, Berikut Lokasinya di Wilayah Jabodetabek

Dengan Deklarasi Djuanda ini maka kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia itu semakin bertambah.

 

"Perairan yang luas menjadi satu sumber daya yang bisa dimanfaatkan," papar Miftah.

 

Dalam perjalanannya, Unida mengambil tagline "Kampus Bertauhid".

 

Visi Universitas Djuanda adalah menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia.

 

"Ada tiga kata kunci ini: satu riset, kedua adalah bertauhid, dan ketiga diakui dunia," jelas Miftah.

 

Visi ini diterjemahkan dalam misi Universitas Djuanda yang diwujudkan melalui Pancadarma.

 

"Kalau perguruan tinggi lain hanya Tridharma yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat, maka kami tambah dua lagi yaitu profesionalisme dan bertauhid," ungkapnya.

 

Dia menambahkan bahwa pendidikan dan pengajaran itu dilakukan semua perguruan tinggi. Begitu pun riset dikerjakan semua dosen.

 

"Namanya dosen ya harus riset, kemudian menulis dan menyampaikan hasil karyanya itu ke masyarakatnya," imbuh Miftah.

 

Dosen juga harus melakukan aktivitas pengabdian masyarakat atau kegiatan-kegiatan lain yang pada intinya mengarah ke bagaimana periset atau satu aktivitas yang didahului oleh riset itu bisa bermanfaat.

 

Hilirisasinya dari riset ini bisa masuk ke buku atau jurnal. Tetapi bisa juga ke HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

 

HAKI ini selanjutnya bisa dihilirisasikan ke komersialisasi atau dibuat satu aktivitas yang notabene bisa langsung bermanfaat kepada masyarakat.

 

Selain dosen, mahasiswa juga dituntut untuk melakukan penelitian. Mahasiswa biasanya menggandeng mahasiswa lain untuk menjadi satu tim dalam satu riset.

 

"Saat ini, kami masuk peringkat empat besar di Jawa Barat untuk riset, mengalahkan perguruan tinggi-perguruan tinggi yang lain," ungkap Miftah.

 

Sementara di tingkat nasional, sejak ada pemeringkatan pada 2016, Unida masuk dalam 100 besar perguruan tinggi non-vokasi di Indonesia.

 

"Kami pernah peringkat 66 lalu peringkat 61, jadi masuk dalam kluster 2. Itu menjadi modal kami untuk bisa mengembangkan satu aktivitas di perguruan tinggi untuk mencapai visi-misi yang kami canangkan tadi," bebernya.

 

Riset atau penelitian yang dilaksanakan oleh dosen di Unida dimotori satu lembaga bernama Direktorat RPM, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat.

 

"Setiap periode dilakukan evaluasi. Dalam setiap tahun ada perencanaan, minimal satu dosen itu satu judul," kata Miftah.

 

Tidak hanya itu, laporan riset diwajibkan untuk diunggah di jurnal-jurnal internasional dengan target minimal satu per dosen. Sementara jurnal nasional ditargetkan minimal dua.

 

"Nah, ketua program studi yang mengontrol semuanya itu," tambahnya.

 

Unida juga mempunyai jurnal pengabdian pada masyarakat dengan nama Qardhul Hasan. Setiap aktivitas pengabdian pada masyarakat dari dosen-dosen, termasuk yang melibatkan mahasiswa, dipublikasi melalui jurnal ini.

 

Riset yang dilakukan Unida banyak yang diaplikasikan dalam masyarakat. Bahkan beberapa profesor di kampus ini masuk dalam dua persen peneliti dunia yang diakui karena ilmunya dimanfaatkan oleh masyarakat dan berdampak besar terhadap dunia.

 

"Ada namanya Profesor Ali Fulazzaky. Beliau saintis, pakar ilmu lingkungan khususnya di dunia air. Risetnya memang mendunia dan menjadi rujukan dari ilmuwan-ilmuwan yang lain," jelas Mifath.

 

Salah satu riset Profesor Ali ini adalah bagaimana membuat air di satu daerah aliran sungai (DAS) agar kualitasnya layak dipakai masyarakat.

 

Riset ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga donor sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

"Beliau melakukan percobaan bagaimana air yang tadinya tidak layak menjadi layak untuk dimanfaatkan secara sehat, kualitasnya sesuai dengan kesehatan dan peraturan Kementerian yang berlaku," pungkas Miftah.

 

Sebagai informasi, Universitas Djuanda menyelenggarakan Program Sarjana (S1) dengan 7 fakultas dan 16 Progam Studi.

 

Tujuh fakultas di Unida meliputi Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik dan Ilmu Pangan Halal, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru.

 

Kampus ini juga memiliki Program Magister (S2) Hukum, Magister (S2) Adiministrasi Publik dan Magister (S2) Teknologi Pangan.

 

Seluruh Program Studi telah terakreditasi dan pembukaan Program Studi baru baik S1, S2 dan S3 terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Kini telah dirintis pula Program Doktoral (S3) Hukum.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved