DPRD Kabupaten Bogor

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah Komisi III DPRD Kabupaten Bogor MInta Tempatkan Detektif Lingkungan

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor minta tempatkan detektif lingkungan. Hal ini diminta, karena Sungai Cileungsi sering tercemar limbah.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Sungai Cileungsi Tercemar Limbah Komisi III DPRD Kabupaten Bogor MInta Tempatkan Detektif Lingkungan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILEUNGSI - Sungai Cileungsi tercemar limbah Komisi III DPRD Kabupaten Bogor minta tempatkan detektif lingkungan.

Sungai Cileungsi di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sering tercemar limbah. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga di sekitar aliran sungai ini.

Baca juga: Mudik Lebaran, Tiga Skenario Rekayasa Lalu Lintas Diujicoba di Simpang Ciawi Bogor

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman mengatakan, air Sungai Cileungsi berubah warna menjadi hitam, berbuih, mengeluarkan bau menyengat saat malam hari.

"Sungai Cileungsi berubah warna menjadi hitam akibat pembuangan limbah. Aliran sungai Cileungsi juga mengeluarkan aroma tidak sedap sehingga mengganggu warga sekitar," kata Puarman, Kamis (14/4/2022).

Terkait halbitu, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten agar serius dalam menangani pencemaran sungai Cileungsi.

Baca juga: Proyek Pedestrian Sentul-Kandang Roda Banyak Kekurangan, DPRD Kabupaten Bogor akan Gelar RDP

Ketua Komisi III, Tuty Alawiyah mengatakan, DLH harus melakukan audit berkala dan menugaskan tim khusus untuk mengawasi instalasi pembuangan air limbah (IPAL) dan mengambil tindakan terukur terhadap perusahaan yang masih membuang limbah ke sungai tersebut.

"Kami minta agar ada audit IPAL berkala dan menempatkan detektif lingkungan," kata Tuty.

Politis partai Gerindra tersebut menambahkan, pencemaran aliran sungai Cileungsi sudah lama dan berulang terjadi.

Kondisi ini, kata dia, sangat mengkhawatirkan dan berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar.

"Kami kesal dan sedih, karena lingkungan jadi rusak, warga sekitar jadi sakit, pusing dan muntah-muntah," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved