Ramadan

Jual Takjil Selama Ramadan, Aan Pedagang Takjil di Pabuaran Bojonggede Raup Rp 700.000 per Hari

Selama sebulan ini, mereka mendapatkan rejeki yang cukup untuk persiapan merayakan hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Aan (45), pedagang takjil di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Bulan Ramadan mendatangkan berkah bagi para pedagang takjil musiman.

Selama sebulan ini, mereka mendapatkan rejeki yang cukup untuk persiapan merayakan hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Aan (45), pedagang takjil di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengaku mendapat penghasilan yang cukup banyak selama 11 hari bulan Ramadan ini.

"Lumayanlah pak, sehari bisa dapat Rp 700.000," kata Aan, Kamis (14/4/2022).

Meskipun demikian, dia bisa mendapatkan penghasilan bersih sekitar  Rp 500.000 dari penjualan takjil ini.

"Modal awalnya Rp 1 juta. Lalu tiap hari belanja bahan kurang lebih Rp 200.000," jelasnya.

Menurut dia, penghasilan yang diperolehnya ini berkurang karena harga barang-barang naik.

Baca juga: Warga Sudah Mulai Berebut Tiket Mudik Gratis di Kantor Dinas Perhubungan Tangerang

"Harga minyak goreng, tempe, terigu, dan gula semuanya naik. Itu sangat mengurangi keuntungan," tutur Aan.

Untuk menyiasati hal ini, Aan menaikkan harga takjil yang dijual.

"Sebelumnya harga gorengan Rp 1.000 per biji. Sekarang kita naikkan jadi Rp 1.250 per biji," ungkapnya.

Aan mengaku jualan takjil selama Ramadan untuk mengumpulkan dana buat Lebaran.

"Ini untuk bayar zakat dan membeli kebutuhan Hari Raya Idul Fitri," paparnya.

Perempuan yang memiliki 7 orang anak ini mengaku sehari-hari menjadi pedagang keliling untuk membantu membiayai kehidupan keluarganya.

"Saya tiap hari dagang lontong keliling, kadang di pengajian juga," tuturnya.

Baca juga: Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Puasa, antara Kesadaran Bumi dan Kesadaran Langit

Sejak suaminya menjalami operasi batu ginjal dua bulan lalu, Aan menjadi tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah.

"Saat ini masih ada 2 anak yang tinggal bareng kami. Satu sudah tamat SMA dan satu lagi masih di bangku SMA. Anak-anak lainnya sudah berkeluarga," tambahnya.

Dia berharap rejekinya melimpah selama bulan Ramadan ini.

"Semoga selama Ramadan rejeki mengalir sehingga bisa merayakan Lebaran dengan hati senang," pungkas Aan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved