Ramadan

Masjid An-Nawier, Masjid Tertua di Jakarta Barat Punya Budaya Ramadan yang Usianya Ratusan Tahun

Masjid tertua di Jakarta Barat, Masjid An-Nawier punya budaya Ramadan yang usianya ratusan tahun. Berdiri sejak tahun 1760.

Editor: dodi hasanuddin
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Masjid An-Nawier, Masjid Tertua di Jakarta Barat Punya Budaya Ramadan yang Usianya Ratusan Tahun. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Desy Selviany


TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAMBORA - Masjid An-Nawier, Masjid tertua di Jakarta Barat punya budaya Ramadan yang usianya ratusan tahun.

Berbeda dengan masjid lainnya, salah satu masjid tertua di Jakarta Masjid An-Nawier memiliki budaya unik saat salat tarawih.

Masjid yang sudah berdiri sejak tahun 1760 itu baru melaksanakan tarawih pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Hari ke-10 Ramadan, Terminal Jatijajar Kota Depok Masih Sepi Penumpang Mudik

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An Nawier Ustad Dikky Bashandid mengatakan, penguluran waktu tarawih usai salat Isya merupakan kesengajaan.

Hal itu agar jemaat Masjid An-Nawier memiliki waktu luang untuk menyantap buka puasa dan beristirahat usai makan.

"Masjid kita ini melaksanakan tarawih berbeda, yakni waktu yang dilaksanakan agak mengulur daripada waktu awal Isya, jadi mereka yang selepas berbuka puasa untuk istirahat," ujar Dikky ditemui Jumat (8/4/2022).

Dikky menjelaskan, budaya mengulur waktu salat tarawih sudah berlangsung ratusan tahun di masjid yang terletak di Jalan Pekojan no 79, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Hal itu dilakukan karena umat masjid An-Nawier bukan hanya warga sekitar. Melainkan juga banyak musafir yang mampir untuk salat magrib dan berbuka puasa.

Baca juga: Meriahkan Ajang Formula E, Panitia Bakal Undang Artis Amerika untuk Tampil 4 Juni 2022

Maka dari itu Masjid An-Nawier selalu menyediakan takjil untuk jemaat. Biasanya takjil diberikan oleh dermawan atau warga sekitar.

"Takjil yang diberikan kepada jemaah memang kualitas kehalalannya terjaga karena pengirimnya kita ketahui jelas," kata Dikky memastikan.

Saat Ramadan, jemaah Masjid An-Nawier bisa mencapai 300 hingga 400 jemaah. Namun saat salat Jumat, jemaah bisa mencapai 2.000an.

Karena waktu tarawih yang telat dibanding masjid lain, maka Masjid An-Nawier baru selesai tarawih pukul 22.00 WIB.

Setelah itu pukul 22.30 WIB dilanjutkan tadarus atau mengaji.

Selama Ramadan, speaker masjid tidak berhenti untuk melantunkan ayat suci Allah SWT.

Tadarus dilakukan setelah salat dzuhur, setelah salat ashar, sebelum tarawih, sesudah tarawih dan setelah salat subuh.

"Selama Ramadan kita tambah kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin," kata Dikky. 

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved