Rabu, 22 April 2026

Kriminalitas

Seorang Pemuda Kota Bambu Tewas di Tangan Pemuda Jati Pulo, Kawan Korban : 'Darah Dibayar Darah'

Seorang Pemuda Kota Bambu Tewas di Tangan Pemuda Jati Pulo, Teman Korban : 'Darah Dibayar Darah'. Berikut Selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Pesan di rumah duka Jalan Brigjen Katamso RT 06/03, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (9/4/2022). Pesan itu diduga dibuat kawan Muhammad Diaz, Korban tewas di kawasan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (9/4/2022) dini hari. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH - Rumah duka Muhammad Diaz dipenuhi puluhan pelayat dari keluarga, teman serta tetangga sekitar di Jalan Brigjen Katamso RT 06/03, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (9/4/2022).

 

Diaz adalah korban tawuran yang tewas di lokasi kejadian Jalan Sanip, Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (9/4/2022) dini hari.

 

Diaz mengalami luka bacok di dada sebelah kiri dan dua temannya terluka sabetan senjata tajam di punggung serta bagian kepalanya.

 

Di depan gang rumahnya, terpasang bendera kuning sebanyak tiga buah dan dijaga oleh barier kerucut.

Kemudian di barier kerucut ada dua sobekan kardus dan sebuah tulisan tangan menggunakan spidol berwarna hitam.

 

Tulisan tersebut merupakan pesan yang dibuat kawan korban dengan kalimat 'Darah dibayar darah, by Belat'. 

Belum diketahui pesan tersebut merupakan ancaman balas dendam ataupun akan terjadi serangan balasan dari pemuda Kota Bambu kepada pemuda Jati Pulo.

 

Masuk ke dalam gang, bejajar pot bunga menyamping karena kendaraan roda dua tidak boleh melintas di depan rumah korban tawuran tersebut.

 

Kursi untuk pelayat sudah berjajar, mulai dari orang tua, pemuda, remaja berkumpul di depan rumah Diaz.

 

Mereka mengenakan baju koko dan peci untuk lelaki yang duduk di kursi dan sore, ada juga yang tak mengenakan baju muslim tapi mengenakan peci saja.

 

Sedangkan pelayat perempuan kebanyakan mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan hijabnya, meski hanya sekedar menempel di kepala.

Baca juga: Gara-gara Rusuh Bangunin Sahur, Tawuran Pecah di Palmerah-Satu Pemuda Tewas & Dua Orang Terluka

Baca juga: Anies Baswedan Pastikan Jakarta Tetap Miliki Keistimewaan meski IKN Dipindah

Raut wajah sedih terlihat dikerumunan ibu-ibu, teman dan tetangganya di depan rumah pemuda kelahiran Jakarta 21 September 2002 silam.

 

Irsyad Muchtar warga sekitar mengatakan, tawuran antara Kota Bambu Utara dan Jati Pulo sudah terjadi sejak tahun 1980an.

 

Sehingga aksi ini sudah menjadi tradisi turun menurun dan terkadang orang tua dari kedua kelompok juga ikut membela anaknya.

 

"Kalau tulisan darah dibayar darah itu kan dari warga Kota Bambu Utara karena warga sini enggak ada yang tawuran, ya kita enggak tahu apakah bakalan ada serangan balik atau tidak" ucapnya.

 

Menurutnya, pemuda dan remaja di wilayahnya sering bermain di Kota Bambu Utara karena kebetulan dekat dari rumah.

 

Sehingga di wilayahnya sangat aman dari aksi tawuran, tapi karena berteman satu sekolahan maka sering diajak untuk ikut tawuran.

 

"Kan wilayah Kota Bambu Selatan (KBS) sama Kota Bambu Utara (KBU) temanan, ada yang satu sekolah ada yang teman main jadi kalau tawurannya sama Jati Pulo," tuturnya.

 

Ia berharap kepada aparat kepolisian untuk lebih ekstra lagi mengantisipasi tawuran di wilayah Kota Bambu Utara dan Jati Pulo.

 

Karena korban luka atau pun meninggal dunia akibat tawuran di KBS-KBU Vs Jati Pulo sudah terlalu banyak berjatuhan.

 

"Jadi kami minta ditingkatkan lagi patrolinya, supaya tidak ada tawuran lagi, jujur warga sudah resah dan lelah dengan masalah di KBU dan Jati Pulo, imbasnya anak-anak sini sering jadi korban tewas," jelasnya.

 

Sebelumnya, Seorang pemuda bernama Muhammad Diaz Bin Sofyan (20) tewas dalam insiden tawuran di Jalan Sanip, Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (9/4/2022) dini hari.

 

Pria kelahiran tahun 2002 itu meregang nyawa di lokasi tawuran setelah mendapat luka sabetan senjata tajam di dada sebelah kiri.

 

Selain Diaz, ada dua rekannya yang ikut terluka akibat sabetan celurit dibagian punggung belakang.

 

Peristiwa tawuran hingga memakan korban jiwa itu berawal ketika korban bersama belasan temannya warga Kota Bambu Utara, Palmerah membangunkan sahur keliling.

 

Julmi (37) tetangga korban menceritakan, satu jam sebelum korban meninggal, ia sudah meminta kepada Diaz agar segera pulang.

 

Kebetulan Diaz adalah warga Kota Bambu Selatan dan ikut membangunkan sahur bersama pemuda di Kota Bambu Utara.

 

"Sebelumnya mereka kumpul buat persiapan bangunin sahur, nah saya yang patroli sama warga sini dan warga Kota Bambu Utara bubarin, tapi dia enggak pulang," katanya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved