Ramadan

Tradisi Ramadan, Pesantren Al Nahdlah Pondok Petir Depok Adakan Kajian Kitab Al-Miftah

Pesantren Al Nahdlah Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok, adakan Kajian Kitab Al-Miftah selama Ramadan. Ini merupakan tradisi Ramadan.

Editor: dodi hasanuddin
Wartakotalive.com/Ramadhan LQ
Tradisi Ramadan, Pesantren Al Nahdlah Pondok Petir Depok Adakan Kajian Kitab Al-Miftah. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PONDOK PETIR -  Tradisi Ramadan, Pesantren Al Nahdlah Pondok Petir, Depok adakan kajian Kitab Al-Miftah.

Pesantren Al-Nahdlah, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat memiliki kegiatan khusus pada bulan Ramadhan 2022.

Baca juga: Kisah Awal Mula Berdirinya Pesantren Al-Nahdlah di Bojongsari Depok dan Perjalanannya Hingga Kini

Salah satu pengurus pesantren, Ustaz Miftahul Huda, Lc, menuturkan santri dan santriwati diberikan pembelajaran kajian kitab Al-Miftah selama satu bulan penuh di Ramadan tahun ini.

"Jadi Pesantren Al-Nahdlah pada Ramadan tahun ini khusus, santri full dibekali kajian metode-metode baca kitab Al-Miftah. Itu kitab kuning, Kalau Al-Miftah-nya sudah kertas putih," kata dia, saat ditemui pada Kamis (7/4/2022).

Menurutnya, penggunaan metode tersebut untuk mendidik santrinya agar bisa cepat membaca dan menguasai kitab kuning.

Ia mengibaratkannya seperti belajar matematika yang mana menggunakan rumus-rumus.

Metode Al-Miftah itu sendiri diadopsi dari Pondok Pesantren Sidogiri yang ada di Jawa Timur.   

"Jadi kajian Al-Miftah ini dalam satu hari di bulan Ramadhan ini ada 3 sesi ya. Sesi pertama dan kedua jam 8 pagi sampai Zuhur, kemudian sesi ketiganya ba’da Tarawih sampai jam 10 malam," ujar dia.

"Ini momentum dalam mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah, memperbanyak ibadah dan satu ibadah yang paling bernilai adalah belajar," sambung Miftah.

Baca juga: Ini Profil Haji Endang, Pemilik Jembatan Perahu yang Beli Mitsubishi Pajero Sport Pakai Uang Koin

Selain itu, santri dan santriwati juga belajar Hadits Arbain Nawawiyah yang dimulai pukul 07.00-08.00 WIB.

"Kemudian habis salat Asar itu santri menghafal Al- Quran. Karena salah satu target dari lulusan alumni, lulusan Al-Nahdlah itu harus menghafal Al-Quran minimal untuk Tsanawiyah itu 3 juz plus surat-surat tambahan di Aliyah pun 3 juz, minimal 6 juz," ujar Miftah.

"Subuhnya tadarusan, dibuat kelompok-kelompok kecil, satu membaca satu menyimak. Itu targetnya ya satu bulan itu diharapkan minimal satu kali khatam. Menjelang buka ada wirit. Seluruh santri dibiasakan membaca Ratib Al-Haddad," sambungnya.

Miftah menjelaskan, Ratib Al-Haddad merupakan salah satu wirit yang biasa dilakukan di pesantren itu.

"Dan ini penyusunnya adalah Al-Haddad, jadi banyak sekali dipakai di pesantren-pesantren. Jadi dzikir memohon doa kepada Allah," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved