Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Peristiwa di Badar Jadi Simbol Kemenangan

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono sampaikan peristiwa di Badar jadi simbol kemenangan. Hal itulah mutiara Ramadan kali ini.

Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Peristiwa di Badar Jadi Simbol Kemenangan. 

Orang yang tidak sabar menjalankan puasa, tidak mungkin bisa bersabar mengemban keawajiban-kewajiban lain yang merupakan bentuk penghambaan diri kepada Tuhannya.

Mentari kian hari, kian lama meninggalkan jejak-jejak kehidupan menuju sebuah kepastian yang pasti datang dihadapan kita semua yaitu kematian, tiada yang paling kita mau ketika datangnya kematian kecuali kita berada dalam ketaatan kepada Allah swt.

Tidak akan pernah mulia hidup seseorang kecuali ia berada dalam taat kepada Allah dan menjadi hinalah hidup seseorang ketika ia durhaka kepada perintah-perintah Allah swt.

Mentaripun kian hari kian menurun mengganti hari dengan malamnya, mengganti bulan dengan tahunnya yang datang silih berganti namun satu hal yang paling kita ingin agar usia kita bisa sampai di bulan yang dipenuhi keberkahan, bulan dimana Allah turunkan satu malam akan lebih baik dari seribu bulan.

Baca juga: Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Sebaik-baik Orang itu Belajar Alquran dan Mengamalkannya

 Walaupun setiap tahun diusia kita selalu bertemu dengan bulan Ramadhan namun akan ada sesuatu yang berbeda di setiap kali kita hidup di bulan-bulan yang lainnya.

Inilah bulan dimana Al Qur’an di turunkan yang menjadi pedoman hidup bagi orang-orang mukmin, ini juga bulan dimana kaum muslimin mendapatkan kemenangan dalam peperangan besar melawan kaum kafir Quraisy di Badar, hari dimana para malaikat turun dari langit dan ikut serta dalam peperangan.

Pada hari itu pula Jibril datang mendampingi Rasulullah saw. Ini merupakan pertempuran besar yang amat menentukan dalam sejarah Islam.

Peristiwa di Badar yang menjadi simbol kemenangan, hancurnya kebatilan dan tegaknya panji Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah.

Inilah bulan di mana setiap helaan nafas terhitung sebagai dzikir, dan mau mulut terhitung sebagai wewangian kesturi.

Maha Besar Allah yang telah menurunkan bulan yang lebih baik dari sebelas bulan yang lainya.

Dimana keutamaan-keutamaan ada disana, yaitu seutama bulan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain, seutama-utama amal dibandingkan amal di bulan yang lainnya, seutama-utama dzikir dibandingkan dengan dzikir dibulan yang lainnya, seutama-utama shalat dibandingkan shalat dibulan yang lainnya dan seutama-utama tilawah dibandingkan tilawah di bulan yang lainnya.

Wahai diri mengapa, Engkau tidak mendengarkan hatimu walaupun dia telah berteriak dengan suara yang keras untuk mempersiapkan diri mengahadap bulan suci ini.

Wahai diri, mengapa engkau tidak terpanggil walaupun ia telah memanggilmu dengan lembut untuk menyambut Ramadhan. Hari sudah bertambah dan Ramadhan telah begitu dekat dengan diri ini.

Sungguh manusia telah diilhamkan dengan ketakwaan dan juga dengan kefuturan. Renungkanlah wahai diri, agar engkau tidak jatuh dalam kefuturan yang berkepanjangan, agar Ramdhan kian bermakna dan berkesan dalam perjalanan hidup.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved