Metropolitan
Gara-gara Harga Gas LPG, Emas dan Cabai Merah, Inflasi Jakarta Naik
Gara-gara Harga Gas LPG, Emas dan Cabai Merah, Inflasi Jakarta Naik. Berikut Selengkapnya
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat inflasi di Jakarta pada bulan Maret 2022 cukup tinggi mencapai 0,44 persen.
Sementara rekapitulasi nilai inflasi pada periode Januari-Maret 2022 sebesar 0,85 persen.
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Anggoro Dwitjahyono mengatakan, penyumbang utama inflasi Maret 2022 karena dipicu kenaikan harga gas, emas, dan cabai merah yang tidak dapat dibendung lagi.
Kenaikan harga gas elpiji 12 kg yang menyesuaikan perkembangan harga minyak dan gas dunia memberikan andil inflasi tertinggi bulan ini.
“Selain itu ketidakpastian ekonomi global mendorong harga emas berfluktuasi hingga memberikan kontribusi yang relatif tinggi terhadap inflasi,” kata Anggoro berdasarkan keterangannya yang diterima pada Senin (4/4/2022).
Anggoro mengatakan, untuk keterbatasan pasokan cabai merah juga membuat harga komoditas ini menanjak dan memberikan sumbangan inflasi yang cukup tinggi.
Meski demikian, inflasi Jakarta masih berada di bawah inflasi kota-kota lainnya di Indonesia.
“Jakarta menempati peringkat ke-76 dari 88 kota yang terpantau mengalami inflasi. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi Jakarta hingga saat ini masih terkendali,” ujar Anggoro.
Baca juga: Baru Mau Dijemput Paksa, Guru Indra Kenz Akhirnya Penuhi Panggilan Polisi
Baca juga: Ramadan Tiba, Penjual Timun Suri Kembali Marak di Jalanan Depok-Bogor
Menurutnya, ketiga komoditas tersebut memberikan andil 0,1314 persen terhadap inflasi Jakarta.
Bahan bakar rumah tangga memberikan andil tertinggi, yaitu 0,0582 persen.
Sementara emas perhiasan dan cabai merah memberikan kontribusi yang hampir sama yaitu masing-masing 0,0376 persen dan 0,0356 persen.
Inflasi bahan bakar rumah tangga pada Maret ini merupakan inflasi tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Harga komoditas tersebut umumnya cenderung stabil, namun pada Januari 2022 terjadi inflasi 2,40 persen imbas naiknya harga gas elpiji 12 kg pada akhir Desember 2021.
“Pada Februari 2022 inflasi tampak masih terjadi tetapi jauh lebih landai, akan tetapi pada Maret 2022 inflasi kembali naik bahkan melejit hingga 4,20 persen,” jelasnya.
“Kenaikan ini juga dipicu oleh peningkatan harga gas elpiji 12 kg yang terjadi pada akhir Februari lalu. Tingginya harga minyak dan gas dunia menyebabkan harga komoditas tersebut tidak dapat dipertahankan lagi,” sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pangkalan-Gas-Serua.jpg)