Vaksinasi Covid19

Sempat Menipis, Dinkes Depok Pastikan Stok Vaksin Booster Covid-19 Kini Aman

Sempat Menipis, Dinkes Depok Pastikan Stok Vaksin Booster Covid-19 Kini Aman. Berikut Selengkapnya

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
Tribunnewsdepok/Muhamad Fajar Riyandanu
Stevanus Edy Supriatno (70) warga Depok II Tengah saat disuntik vaksin booster di RS UI pada Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dr. Mary Liziawati memastikan ketersediaan vaksin untuk booster Covid-19 saat ini sudah aman setelah sebelumnya sempat menipis.

Menipisnya vaksin booster ini dikatakan Mary lantaran antusias masyarakat Kota Depok sudah semakin meningkat, sehingga pihaknya perlu mengorder kembali pasokan vaksin booster. 

"Karena memang masyarakatnya lebih dari sasaran sehingga kita harus ambil dulu vaksin yang tersedia dan terdekat. Kami ajukan ke provinsi (Jabar) dan sekarang sudah aman (ketersediaan vaksin booster)," papar Mary kepada TribunnewsDepok.com, Sabtu (2/4/2022).

Tingginya antusias masyarakat dikatakan Mary memang terjadi pada pemberian vaksin Covid-19 belakangan ini.

Hal tersebut berbeda dengan program vaksinasi di awal-awal atau pada tahun 2021 lalu.

Meski antusias meningkat, Mary mengaku untuk vaksin booster di Kota Depok masih jauh dari target yakni baru berada di angka 11 persen dari sasaran.

Angka tersebut masuk dalam kategori dewasa di atas 18 tahun dan juga lansia.

Baca juga: Hari Pertama Pembatasan Kecepatan Maksimum Kendaraan di Tol, Polisi Catat Ada 19 Mobil Melanggar

Baca juga: H-1 Ramadan, TPU Pondok Rajeg Masih Sepi Peziarah

"Ya ada peningkatan dari sebelumnya, kalau sebelumnya kita siapkan 500 (dosis) yang datang 300 orang, kalau sekarang kita siapkan 500, masyarakat yang datang lebih dari itu," katanya.

"Sehingga memang pasokannya sempat menipis tetapi kami langsung minta ke provinsi, sekarang (vaksinnya) sudah tersedia kembali," ujar Mary. 

Mary mengaku untuk pasokan vaksin yang diminta ke provinsi memang sengaja dilakukan secara bertahap.

Hal itu dilakukan untuk mencegah kadaluarsa dari vaksin itu sendiri.

"Jangan sampai kita sudah minta banyak tapi antusiasnya kurang, kan sayang, kita tentu tidak menginginkan itu, jadi kemarin kita sengaja mintakan ke provinsi secara bertahap, kalau habis ya minta lagi jadi expirednya terjaga," tuturnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved