Jumat, 10 April 2026

Kabupaten Bogor

Harga Daging Ayam di Bogor Masih Stabil Jelang Ramadan

Herman, pedagang ayam potong di Pasar Cibinong, mengatakan tidak ada kenaikan harga ayam potong menjelang Ramadhan 2022 ini.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Kilafa (20), pedagang ayam potong di Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOJONGGEDE - Bulan Ramadhan 1443 Hijriah tinggal menghitung hari.

Bulan Ramadhan tahun ini diperkirakan akan jatuh pada Sabtu (2/4/2022).

Menjelang datangnya bulan suci bagi umat Muslim ini, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor mulai merangkak naik.

Namun hal ini tidak berlaku bagi harga daging ayam potong yang saat ini masih normal.

Kilafa (20), pedagang ayam potong di Pasar Bojonggede masih stabil.

"Masih normal pak. Tidak ada kenaikan untuk harga ayam potong," kata Kilafa, Senin (28/3/2022).

Saat ini Kilafa menjual ayam potong di kisaran Rp 30.000-35.000 per ekor.

"Saat ini saya jual Rp 30.000-35.000 per ekor, tergantung beratnya," ujarnya.

Menurut dia, harga ayam potong tidak terlalu mengalami gejolak karena stoknya banyak.

Baca juga: Pedagang Prediksi Harga Daging Sapi Naik Lagi 2 Hari Jelang Ramadhan, Kini Sudah Rp 130.000 per Kg

"Stok melimpah di peternakan. Paling nanti naik satu -dua hari jelang Ramadhan dan Lebaran," papar Kilafa.

Senada, Herman, pedagang ayam potong di Pasar Cibinong, mengatakan tidak ada kenaikan harga ayam potong menjelang Ramadhan 2022 ini.

Baca juga: Jelang Ramadan Harga Daging Lokal di Kota Depok Mencapai Rp 140.000 Perkilogram, Ayam Naik Rp 2.000

"Harga masih normal. Belum ada kenaikan," ungkapnya.

Herman mengaku menjual satu ekor ayam pada kisaran Rp 30.000 - 40.000.

Baca juga: Sepekan Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi di Kabupaten Bogor Merangkak Naik.

"Harga tergantung berat sih. Satu ekor gitu bisa 1 kg atau lebih beratnya," jelasnya.

Dia berharap harga ayam ini tetap stabil selama Ramadhan hingga Lebaran nanti.

"Kalau bisa sih normal saja. Kasihan masyarakat kalau semua harga barang naik. Nanti tidak tenang rayakan Lebaran," pungkas Herman.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved