Berita Jakarta

DKI Jakarta Akan Kerjasama dengan BUMD di Jawa Barat dan Jawa Tengah Bangun Pabrik Minyak Goreng

Saat ini Food Station tengah memasuki tahapan penjajakan bersama dua perusahaan BUMD di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Editor: murtopo
Warta Kota
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (23/2/2022). 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM GAMBIR -- Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, menyebut bahwa pihaknya saat ini berencana membuat pabrik minyak goreng.

Pria yang karib disapa Pam ini juga menjelaskan saat ini Food Station tengah memasuki tahapan penjajakan bersama dua perusahaan BUMD di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Penjajakan dengan Agro Jabar Jateng, itu adalah penjajakan untuk membuat pabrik minyak goreng," ucap Pam kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/3/2022).

"Idealnya yang dekat pelabuhan, entah itu di Marunda atau di Surabaya atau mungkin di Kendal," ujarnya.

Baca juga: Hentikan Operasi Pasar, Food Station Akan Sediakan Minyak Goreng Curah Seharga Rp 13.500 per Liter

Ia berharap pembangunan pabrik minyak goreng itu dapat terlaksana pada tahun depan.

Dengan begitu, pihaknya akan membahas lanjutan bersama dua BUMD lainnya.

"Tergantung ketika kerja samanya dalam bentuk apa. Kalau KSO kita bisa langsung lakukan tapi kalo diharapkan atau diminta untuk membuat joint venture atau anak perusahaan tentu saja butuh verifikasinya lebih lama karena ada persyaratan-persyaratan tertentu untuk membuat joint venture," paparnya.

Baca juga: Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Rp 14.000 per Liter di Kantor Kelurahan Ciracas Diserbu Warga

Lantaran memiliki daya serap yang relatif sama dengan DKI Jakarta, alhasil Pam menggandeng dua BUMD, yaitu Agro Jabar dan Agro Jowo Jawa Tengah.

"DKI Jakarta penduduknya Rp 10 juta, Jabar Rp 35 juta Jateng RP 30 juta sehingga merupakan sinergi. Poinnya adalah ketika kita memproduksi market-nya atau pasarnya ada apa nggak. Sekarang pasarnya kan sudah digenggam nih, tinggal gimana kita memproduksinya," jelas dia.(m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved