Perang Ukraina Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mantan Aktor dan Komedian yang Berani Menentang Rusia

Sebelum menjadi presiden, Zelensky adalah seorang aktor, komedian, dan produser. Zelensky menang telak dari presiden petahana saat itu, Poroshenko

Editor: Umar Widodo
AFP
Volodymyr Oleksandrovych Zelensky aktor dan komedian ini terpilih menjadi Presiden Ukraina ke-6 pada tahun 2019 lalu (Matt Dunham/POOL/AFP) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Sosok Volodymyr Oleksandrovych Zelensky mulai menjabat sebagai Presiden Ukraina pada 20 Mei 2019. Ia merupakan presiden keenam negara bekas pecahan Uni Soviet itu.

Sebelum menjadi presiden, Zelensky adalah seorang aktor, komedian, dan produser. Zelensky menang telak dari presiden petahana saat itu, Petro Poroshenko.

Zelensky berhasil meraih suara 73 persen, sementara Poroshenko harus puas meraih 24 persen.

Lahir 25 Januari 1978, Zelensky menamatkan kuliahnya di Kyiv National Economic University. September 2003, Zelensky menikah dengan teman sekolahnya, Olena Kiyashko.

Mereka dikaruniai seorang putri dan putra. Zelensky lebih banyak terlibat dalam akting layar lebar seperti di film Love in the Big City (2009), Office Romance Our Time (2011), atau Love in the Big City 2 (2012).

Ia sempat mendirikan perusahaan produksi yang menggarap film, kartun, dan acara TV, Kvartal 95. Tahun 2015, ia bermain dalam serial komedi satire televisi berjudul Servant of The People, yang diciptakan dan diproduseri Zelensky juga.

Di serial itu, Zelensky bermain sebagai Vasyl Petrovych Holoborodko, mantan guru sejarah sekolah menengah atas yang menjadi presiden Ukraina.

Servant of The People terus membahas soal persimpangan antara korupsi dan politik. Zelensky berjanji bakal menyingkirkan korupsi sistemik.

Orang-orang, beberapa membawa tas dan koper, berjalan di stasiun metro Vokzalna di Kyiv pada pagi hari 24 Februari 2022. Sirene serangan udara terdengar di pusat kota Kyiv hari ini ketika kota-kota di seluruh Ukraina terkena apa yang dikatakan pejabat Ukraina sebagai serangan rudal dan artileri Rusia. - Presiden Rusia mengumumkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari 2022, dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan
Warga Ukraina membawa tas dan koper, berlindung di stasiun metro Vokzalna di Kyiv pada pagi hari 24 Februari 2022. Sirene serangan udara terdengar di pusat kota Kyiv hari ini ketika kota-kota di seluruh Ukraina terkena apa yang dikatakan pejabat Ukraina sebagai serangan rudal dan artileri Rusia. (AFP/DANIEL LEAL)

Melansir New York Times, dia menang dalam agenda populis dengan menargetkan kelas kaya oligarki dan berjanji untuk menjadi presiden pragmatis.

Visinya sebagai presiden untuk Ukraina adalah negara yang bukan “mitra korup Barat” atau “adik perempuan Rusia.”

Kini, Zelensky tengah berjuang mempertahankan Ukraina dan rakyatnya, menghadapi gempuran Rusia. Senin (21/2/2022) malam, Rusia mengakui kota Donetsk dan Luhansk merdeka sebagai republik.

Donetsk dan Luhansk adalah dua wilayah separatis yang terletak di Ukraina timur dan lepas dari kendali Kiev pada 2014.

Akhirnya hari Kamis (24/2/2022), Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mengizinkan operasi militer khusus di wilayah Ukraina.

Serangan ke Ukraina pun seketika dimulai. Putin dalam pidatonya mengatakan, Rusia tidak punya pilihan selain mempertahankan diri dari ancaman Ukraina modern.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved