RSUD Karawang Diproyeksi Jadi Rumah Sakit Rujukan di Jawa Barat

Plt Dirut RSUD Karawang, dr. Fitra Hergyana mengatakan manajemen sedikit demi sedikit terus berbenah baik dari segi pelayanan kesehatan.

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang saat berkunjung dan melaksanakan monitoring evaluasi fasilitas dan pelayanan kesehatan di RSUD Karawang, pada Jumat (18/2/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG ---  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan di Jawa Barat.

Atas hal itu Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang meminta agar kualitas pelayanan dan kebersihan diperhatikan.

"Kami kemarin berkunjung dan melaksanakan monitoring evaluasi fasilitas dan pelayanan kesehatan di RSUD Karawang," kata Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syarifudin, pada Sabtu (19/2/2022).

Monitoring itu dilakukan, kata Asep, ingin mengetahui sejauh mana peningkatan kualitas layanan dan kebersihan rumah sakit.

Baca juga: RSUD Kota Depok Wajibkan Pasien Poli Gigi Jalani Tes Swab Antigen Sebagai Syarat Pelayanan Medis

Mengingat, rencana RSUD yang bakal diplot sebagai salah satu tempat rujukan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Hasilnya memang ada sejumlah fasilitas pelayanan dan kebersihan yang harus ditingkatkan.

"Kami mendorong kualitas pelayanan di RSUD Karawang bisa bersaing dengan rumah sakit swasta lainnya," beber dia.

Menurutnya, persepsi negatif terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit plat merah tersebut kadung melekat di masyarakat.

Baca juga: RSUD Kota Depok Telah Rawat 48 Pasien Covid-19, Lima Pasien Usia Balita dan Satu Bayi

Ia mengingatkan manajemen RSUD supaya jangan terjebak dengan yang sifatnya terlihat mata saja.

Sebaliknya, RSUD Karawang mestinya menjadi contoh bagi rumah sakit swasta yang lain dari sisi pelayanan.

“Jangan terpaku yang terlihat mata saja semisal pagar atau taman, tapi ada hal lain yang lebih penting, yakni kualitas pelayanan medisnya dan kebersihannya," ucapnya.

Dia berharap jangan sampai paradigma kualitas RSUD Karawang lebih rendah dibandingkan rumah sakit swasta.

“Jangan sampai ada paradigma kualitas RSUD lebih rendah dibanding rumah sakit swasta. Justru paradigma itu harus di balik,” tutur Asep.

Baca juga: Devi Maryori: Dalam Rentang Waktu Dua Minggu, Pasien Covid-19 di RSUD Kota Depok Naik 5 Kali Lipat

Oleh karenanya, ia berpesan agar RSUD membudayakan kembali 3s (senyum, sapa, salam) kepada setiap pengunjung yang datang ke RSUD.

“Manajemen RSUD harus sudah budayakan lagi 3S, minimal kepada pasien, keluarga pasien. Ini penting,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Karawang, dr. Fitra Hergyana mengatakan manajemen sedikit demi sedikit terus berbenah baik dari segi pelayanan kesehatan maupun yang sifatnya administratif.

Ditambah lagi, kata dr. Fitra, RSUD Karawang saat ini telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat guna memperkaya fasilitas rumah sakit. Maka, progres peningkatan kualitas ini harus terus dilakukan.

"Tentunya hal ini semakin mendorong kami untuk meningkatkan kompetensi pegawai kami. Insya Allah peningkatan kompetensi SDM ini rencananya akan kami lakukan secara terprogres, kami sedang persiapkan pelatihan SDM bagi pegawai-pegawai kami, agarmutu pelayanan dan kenyamanan pasien juga bisa terus ditingkatkan," tuturnya. (MAZ)

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved