Prestasi UI

Mahasiswa FTUI Kalahkan15 Universitas di Indonesia untuk Juara Kompetisi Rekayasa Kualitas Nasional

Kalahkan15 universitas di Indonesia, mahasiswa FTUI juara kompetisi rakaya kualitas tingkat Nasional. Tim SQEos beranggotan Andreas dan Fajar.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Muhamad Fajar Ryandanu
Mahasiswa FTUI Kalahkan15 Universitas di Indonesia untuk Juara Kompetisi Rekayasa Kualitas Nasional. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Mahasiswa FTUI kalahkan15 universitas di Indonesia untuk juara kompetisi rekayasa kualitas nasional.

Tim SQEos dan Tim Bikun dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), meraih juara pertama dan kedua pada ajang Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional (KRKTN) ke-8 yang diselenggarakan Laboratorium Rekayasa Kualitas, Teknik Industri, Universitas Trisakti. 

Baca juga: UI Terus Berkomitmen, Program Merdeka Belajar Sosiologi Buka Peluang Mahasiswa S1 Jadi Peneliti

Kedua tim tersebut menyisihkan 21 tim lainnya yang berasal dari 15 universitas di Indonesia.

Pada kompetisi tersebut, peserta diminta untuk menjawab persoalan PT XYZ yang bergerak di bidang industri mesin diesel dan memiliki divisi remanufaktur.

PT XYZ berupaya untuk mewujudkan sustainable manufacturing atau mengembalikan komponen yang rusak atau habis pakai dari konsumen menjadi komponen baru, sehingga bermanfaat untuk lingkungan dan memiliki biaya yang lebih murah. 

Baca juga: Vocation Wellness Center (VWC) UI Dibuka Gratis untuk Umum, Ini Jadwal Pelayan Kesehatannya

Dengan pendekatan statistika, Tim SQEos yang terdiri dari Andreas Parasian, Aldi, dan Fariz Muhammad Fajar, merumuskan strategi optimalisasi proses remanufaktur agar dapat menguntungkan perusahaan dan pelanggan dalam presentasi yang berjudul “Strategi Optimalisasi Proses Remanufaktur pada PT XYZ dengan Pendekatan Statistika”.

Tim ini menggunakan data mining untuk menggali informasi yang ada di data set, Strip Down Report (SDR) atau data kualitas mesin, SMR (Service Meter Reading) atau umur mesin yang ingin diremanufaktur, dan faktor-faktor yang memengaruhi kedua hal ini.

Tim juga menerapkan prosedur data mining serta statistical process control untuk menemukan pola, hubungan, dan informasi lainnya di dalam data. 

Hasil analisis yang didapatkan menjadi dasar untuk pembuatan strategi penyelesaian permasalahan di setiap tahap.

Hasilnya, tim menemukan bahwa mesin dari Eropa biaya remanufakturnya cukup murah, meskipun umur mesinnya tua.

Ini mengindikasikan adanya program maintenance atau extended life di Eropa.

“Berdasarkan data-data ini, strategi yang kami sarankan untuk PT XYZ adalah perusahaan membuat program maintenance atau extended life di wilayah lain agar wilayah tersebut mampu melakukan hal serupa. Sehingga, kedepannya barang bekas yang menjadi bahan remanufaktur PT XYZ tetap terjaga kualitasnya dan biayanya remanufakturnya tidak mahal,” kata Andreas, ketua tim SQEos terkait strategi yang disarankan.

Baca juga: Dies Natalies ke-72 Universitas Indonesia, Tak Tergoyahkan Sebagai Kampus Nomor Satu di Indonesia

Pada kompetisi yang sama, Tim Bikun yang terdiri dari Atariki Naufal, Nesia Dwiasta, dan Yasmin Eka Putri berhasil meraih juara kedua dengan strategi “Sustainable Manufacturing di PT XYZ.”

Tim Bikun melakukan analisis perbedaan rerata SMR pada beberapa kategori SDR dan hubungan antara kategori SDR dengan wilayah dengan menggunakan metode Welch's Test.

“Kami juga mencari hubungan kerusakan antar bagian dengan kategori SDR dengan menggunakan teknik data mining, yaitu Multinomial Logistic Regression dan Apriori Association. Dari hasil analisis kami, kami menyarankan PT XYZ untuk berfokus pada kualitas dari beberapa part melalui program," kata Atariki Naufal, ketua tim Bikun, di ajang yang dilaksanakan pada 10 November 2021- 02 Februari 2022 lalu.

Baca juga: Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Imbau Rumah Sakit Selektif Terima Pasien Covid-19

"Program yang berfokus dalam sustainable manufacturing di beberapa region yang memiliki kategori SDR terbanyak, yaitu di Filipina dan Eropa. Pada tujuan dari analisis, berdasarkan analisis ini kami dapat membuat strategi untuk menghemat proses remanufaktur milik PT XYZ,” tambahnya.

Atas prestasi mahasiswa tersebut, Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU mengatakan, FTUI selalu mendukung para mahasiswa untuk berkompetisi baik di dalam maupun di luar negeri.

"Kompetisi-kompetisi ini akan mengasah dan memacu semangat berinovasi para mahasiswa, sehingga dapat menghasilkan solusi-solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved