Kabupaten Bogor

Rudy Susmanto Sebut DPRD Bakal Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Bogor yang Sudah Masuk Meja Hijau

Rudy Susmanto meminta, kasus pemerkosaan yang marak terjadi di Kabupaten Bogor belakangan ini pelakunya harus diberikan sanksi hukuman berat

Editor: murtopo
Istimewa
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengaku sangat prihatin atas tiga kasus pelecahan dan kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi berturut-turut di Kabupaten Bogor.

Rudy Susmanto mengatakan DPRD Kabupaten Bogor menjadikan tiga kasus ini sebagai atensi dan akan mengawal proses hukumnya.

Rudy Susmanto meminta, kasus pemerkosaan yang marak terjadi di Kabupaten Bogor belakangan ini pelakunya harus diberikan sanksi hukuman berat untuk memberikan efek jera.

Seperti diketahui kasus perkosaan dilakukan oleh S pengemudi ojek online yang memperkosa anak penyandang disabilitas di Kecamatan Caringin.

Baca juga: Dorong Pembangunan Desa, Pemkab Bogor Fokus Tingkatkan SDM Aparatur Desa

Kemudian MW (38) yang memperkosa putri kandungnya sendiri di Kecamatan Rumpin.

Serta kasus pelecahan seksual yang dilakukan MP alias Gopal Junior (30) pelatih futsal terhadap siswanya di salah satu sekolah di Kecamatan Cileungsi.

"Kami sangat prihatin atas tiga kasus yang terjadi berturut-turut. Tega sekali ada orangtua yang menghancurkan masa depan anaknya sendiri, dan juga ada guru yang berperilaku seperti itu," ujar Rudy.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, KH Agus Salim mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sosial.

Baca juga: Peringati Hari Pers Nasional, Ade Yasin Bangun Graha Wartawan Bagi Insan Pers di Kabupaten Bogor

Agus mengatakan, perbuatan yang dilakukan para pelaku sangat berlawanan dengan nilai-nilai agama manapun, dan juga nilai sosial yang berlaku di masyarakat.

"Kasus ini harus menjadi teguran bagi kita agar tidak abai dengan lingkungan, menanamkan nilai agama wajib kita baik untuk diri sendiri, di lingkungan keluarga, dan juga dilingkungan sosial kita," kata dia.

Seperti diketahui, tiga kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bogor di awal 2022 menghebohkan publik. Kasus pertama dialami NF (13) warga Kecamatan Caringin.

Penyandang disabilitas itu diperkosa oleh S yang merupakan pengemudi ojek online, pada akhir Januari yang lalu.

Baca juga: Pemkab Bogor Gelar Lomba Video Klip Lagu Samisade, Bupati Ade Yasin Siapkan Total Hadiah Rp 10 Juta

Belum tuntas proses hukum kasus tersebut, terungkap dengan tersangka MW (38) warga Kecamatan Rumpin yang menyetubuhi anak kandungnya selama 4 tahun sedari anaknya masih berusia 10 tahun.

Kasus yang juga tidak kalah menghebohkan dilakukan MP alias Gopal Junior (38) terhadap siswa laki-laki yang merupakan peserta latihan futsal di salah satu SMK di Kecamatan Cileungsi.

Atas kasus tersebut,  M orangtua yang memperkosa anaknya sendiri selama empat tahun dijerat pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan Pemberatan, M terancam pidana penjara maksimal 15 tahun.

Adapun, Gopal Junior dikenai Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 37 juncto Pasal 11 dan/atau Pasal 32 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Akibat perbuatannya, tersangka dikenai ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved