Breaking News:

Prestasi UI

Dosen FEB UI Kalahkah 5 Penelitii Asia, Jadi Satu-satunya Peneliti Indonesia yang Raih EYRA 2021

Jadi satu-satunya peneliti Indonesia yang raih EYRA 2021, Dosen FEB UI kalahkah 5 peneliti Asia. Kompetisi digelar Emerald Publishing.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Dosen FEB UI Kalahkah 5 Penelitii Asia, Jadi Satu-satunya Peneliti Indonesia yang Raih EYRA 2021. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Dosen FEB UI kalahkah 5 peneliti Asia, jadi satu-satunya peneliti Indonesia yang raih EYRA 2021.

Desi Adhariani, dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) berhasil meraih Emerald Young Researcher Award (EYRA) 2021 dan menjadi satu-satunya peneliti asal Indonesia yang memenangkan penghargaan ini.

Baca juga: UI GreenCityMetric Dapat Digunakan untuk Pemeringkatan Kota dan Kabupaten di Indonesia

Ia bersaing dengan lima peneliti lainnya dari berbagai negara di Asia, pada Januari 2022.

“Saya mengapresiasi Emerald yang menghargai kerja keras para peneliti muda. Jadi, tidak hanya memberikan penghargaan kepada well established researchers, tetapi mereka turut memberikan kesempatan dan menghargai early career researchers,” ujar Desi.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Emerald Publishing pada kategori EYRA mengharuskan para peneliti mengajukan esai ringkas sebanyak 2.000 kata, tentang penelitian yang telah terbit dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: RSUI Depok Sampaikan Tips Terhindar dari Penyakit Lordosis, Skoliosis dan Kifosis Saat WFH

Esai tersebut harus menjelaskan berbagai hal penting dan peran dari penelitian yang telah terbit bagi lingkungan dan masyarakat.

Dalam dua tahun terakhir, Desi telah memiliki beberapa publikasi yang diunggah pada jurnal milik Emerald terkait dengan topik lingkungan dan masyarakat.

Lantaran berada pada area “Sustainability Accounting” dan “Peran Akuntan Manajemen di Masyarakat” hal ini sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh Emerald.

“Saya harus membuat tulisan yang mengemukakan pentingnya kegiatan penelitian. Lebih luas lagi, mereka ingin mengetahui keterkaitan penelitian terhadap masyarakat (community engagement) dan lingkungan (termasuk dalam komponen Sustainable Development Goals),” kata Desi.

Baca juga: Dies Natalies ke-72 Universitas Indonesia, Tak Tergoyahkan Sebagai Kampus Nomor Satu di Indonesia

Menurutnya, ada banyak jalur untuk menerapkan berbagai hasil penelitian.

Di Akuntansi, misalnya, Desi dapat menerapkan ilmu pengetahuan akuntansi sebagai konsultan untuk kepentingan perusahaan.

Namun, ada hal yang sering terlupakan, yakni melakukan pengabdian masyarakat.

Baca juga: Hari Kesembilan Gelar Vaksin Booster, Universitas Indonesia Sukses Vaksin 5000 Orang Lansia

Untuk itu, ia berharap penelitiannya mampu memberikan kontribusi nyata dalam hal pengabdian masyarakat dan penerapan kebijakan.

“Saya tertarik pada bidang pengabdian masyarakat untuk melayani masyarakat marginal yang mungkin masih kurang tersentuh oleh akademisi akuntansi. Saat ini misalnya, saya berusaha untuk membangun kepedulian melalui penelitian tentang krisis air di Bali,” ujar Desi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved