Selasa, 7 April 2026

Metropolitan

Kasus Covid-19 Varian Omicron Meningkat, Anies Baswedan Diminta Sidak Perkantoran

Kasus Covid-19 Varian Omicron Meningkat, Anies Baswedan Diminta Sidak Perkantoran. Berikut selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Covid-19 Varian Omicron 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Menyikapi naiknya kasus Covid-19, khususnya varian Omicron di Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta melakukan pemeriksaan di lingkungan perkantoran. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Dirinya meminta adanya pemantauan kembali di tempat-tempat keramaian.

Pasalnnya, penularan banyak terjadi pada kelompok usia produktif.

“Kami harap Gubernur Anies dapat turun langsung kembali untuk melakukan pengecekan ke kantor-kantor atau tempat keramaian lainnya," kata Anggara berdasarkan keterangan tertulis pada Jumat (4/2/2022).

"Kementerian Kesehatan sudah mengingatkan bahwa gelombang ketiga Covid-19 diprediksi akan terjadi di Maret, harusnya Pemprov DKI sudah punya rencana kongkret, ini angkanya malah naik terus,” paparnya.

Anggara menilai, keputusan pemerintah pusat dalam memperpanjang PPKM level dua selama sepekan pada 1-7 Februari 2022 sudah tepat.

Dia meminta kepada Pemprov Jakarta mengambil langkah tegas dalam penegakan protokol kesehatan.

“Kami minta Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah tegas dan tidak lalai dalam menangani lonjakan kasus yang terjadi di Jakarta saat ini. Jaga prokes, itu jauh lebih penting, daripada pikiran-pikiran lainnya. Jangan ke Formula E dulu, ini aja, Pak Anies overthinking sepertinya,” jelasnya.

Baca juga: Resmi Diberlakukan, Pemprov DKI Jakarta Terapkan PTM 50 Persen Maksimal Empat Jam

Baca juga: Ibu Kota Negara Pindah, Pemprov DKI Jakarta Diberi Deadline Soal Status Baru DKI Jakarta

Anggara mengimbau Pemprov DKI Jakarta untuk lebih proaktif lagi berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan pandemi membutuhkan perhatian dan kontribusi dari semua pihak.

“Urusan nyawa ini, kita harus cepat. Komunikasi harus diperkuat, tidak boleh jalan sendiri. Kami harap Pemprov dapat lebih proaktif bicara pada pemerintah pusat, yang kemarin soal sekolah juga, terkait keselamatan anak-anak kita di masa pandemi ini, terlambat dan malah terabaikan,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, jumlah kasus aktif di Jakarta hingga Kamis (3/2/2022) naik 5.926 kasus.

Sehingga jumlah kasus aktif mencapai 47.900 orang. Dwi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penularan varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta.

“Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas,” kata Dwi.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved