Pancoran Mas Depok

Antisipasi Penyalahgunaan Dana Bansos, Kemensos Gulirkan Sistem E-Warung

Nur menambahkan, penyaluran bantuan sosial non tunai dengan sistem e-warung lebih efektif dan juga memberdayakan UMKM. 

Penulis: Alex Suban | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok/Muhamad Fajar Riyandanu
Anggota Komisi VIII DPR RI, Nur Azizah Tamhid di lokasi program percepatan penyaluran program bantuan sosial sembako PPKM dan PKH Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat  Jumat (4/2/2022), siang.  

Laporan Tribun News Depok, Muhamad Fajar Riyandanu

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Komisi VIII DPR RI kembali menggulirkan program percepatan penyaluran program bantuan sosial sembako PPKM dan PKH.

Adapun bantuan sembako non tunai ini disalurkan melalui sistem e-warung.

Satu di antara e-warung itu terletak di Jalan Kembang Lio 3 Gang H.Ita 2 RT. 03/ RW 13, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Melalui warung tersebut, sejumlah warga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos, berhak mendapatkan bantuan non tunai berupa bahan-bahan sembako.

Baca juga: Turap Perumahan di Cipayung Longsor, Runtuhan Puing Timpa Rumah Warga

Bantuan dari Kemensos itu kemudian diturunkan melalu Dinas Sosial Kota Depok.

Melalui sistem e-warung,  warga yang berhak akan memperoleh kartu e-warung yang digunakan untuk mencarikan jumlah nominal uang dalam bentuk sembako.

"Ini manfaatnya supaya tidak disalahgunakan oleh keluarga penerima manfaat. Agar tidak menyalahgunakan bantuan ini untuk beli-beli yang lain," kata Anggota Komisi VIII DPR RI, Nur Azizah Tamhid di lokasi pada Jumat (4/2/2022), siang.

Baca juga: Program Samisade di Kecamatan Leuwisadeng Sukses Bangun 6,5 Kilometer Jalan Desa

Nur menambahkan, penyaluran bantuan sosial non tunai dengan sistem e-warung lebih efektif dan juga memberdayakan UMKM. 

Para warga penerima bantuan masing-masing diberi sejumlah uang yang langsung dikirim ke kartu e-warung yang bersangkutan.

Uang tersebut tidak bisa dicairkan dan hanya berlaku di e-warung yang sesuai dengan data.

Singkatnya, seorang warga penerima manfaat hanya bisa menggunakan kartu e-warung miliknya di satu tempat e-warung.

Baca juga: RSUI Depok Sampaikan Tips Terhindar dari Penyakit Lordosis, Skoliosis dan Kifosis Saat WFH

"Sebagai contoh Kementerian Sosial mengeluarkan uang sekian juta untuk misalnya seribu orang. Satu orang dapat Rp 200.000. Ini bantuan untuk per 5 bulan. Jadi mereka mendapatkan bantuan dengan nilai Rp 1 juta. Mereka terima bantuan tapi tidak dalam bentuk cash, namun dalam bentuk uang eletronik," jelas Nur.

Nur melanjutkan, para warga penerima bantuan sosial non tunai telah diverifikasi oleh tim lapangan yang secara blusukan melakukan survei dari rumah ke rumah.

Mencari siapa saja yang berhak menerima bantuan tersebut. "Kami juga blusukan untuk warga-warga yang berhak dapat," ujarnya.

Saat itu, ada sejumlah bahan pokok yang tersedia di e-warung Jalan Kembang Lio 3.

Ada beras premium seharga Rp 118.000 per 10 kilo, ayam Rp 34.000 per ekor, dan kacang tanah Rp 15.000 per setengah kilo.

Ada juga kacang ijo yang dihargai Rp 13.000 per setengah kilo. Telor ayam Rp 23.000 per kilo, buah apel Rp 34.000 per kilo dan buah pear Rp 33.000 per kilo. (M29)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved