Prestasi UI

Buat Penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi, 3 Mahasiswa FT UI Berhasil Juara, Ini Pesan Dekan FTUI

Ini pesan dekan FTUI Prof. Dr. Heri Hermansyah setelah 3 mahasiswanya juara dengan ide penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Buat Penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi, 3 Mahasiswa FT UI Berhasil Juara, Ini Pesan Dekan FTUI. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Buat penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi, 3 mahasiswa FT UI berhasil juara, ini pesan Dekan FTUI

Tiga orang mahasiswa Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTE FTUI), yakni Khansa Nitisara Ramadhani, Yasmina Ashfa Zahidah, dan Raissa Azarine yang tergabung dalam Tim 04, menawarkan empat solusi untuk menyempurnakan aplikasi PeduliLindungi.

Solusi pertama yang ditawarkan Tim 04 adalah fitur live location. Dari fitur ini, pengguna aplikasi dapat memperoleh informasi mengenai lokasi di sekitar mereka, informasi terkait keamanan lokasi tersebut, dan informasi apakah ada orang terinfeksi Covid-19 disekitar mereka atau tidak.

Baca juga: FKUI Miliki Data Center IMERI-IDEALAB Dapat Digunakan untuk Kepentingan Indonesia dan Dunia

Solusi kedua yang kami tawarkan adalah fitur pemesanan fasilitas karantina. Pada fitur ini, pengguna aplikasi akan lebih mudah untuk memilih tempat karantina sesuai dengan destinasi yang ingin pengguna tuju.

"Pengguna nantinya dapat memilih tanggal dan lokasi karantina melalui PeduliLindungi. Fitur ini mempermudah mobilitas bagi masyarakat Indonesia yang akan bepergian melintasi batas wilayah,” kata Khansa Nitisara Ramadhani, Ketua Tim 04.

Baca juga: 43 Laboratorium Fakultas Teknik UI Raih Sertifikasi ISO 45001:2018, Jamin Keselamatan Lingkungan

Yasmina Ashfa Zahidah menambahkan bahwa solusi ketiga yang ditawarkan adalah fitur pelayanan kesehatan dari pintu ke pintu. Fitur ini akan memudahkan pengguna untuk memesan produk dan pelayanan kesehatan secara mandiri tanpa harus keluar rumah. Misalkan, memesan obat atau memesan layanan swab test.

Fitur terakhir adalah fitur lock system. Fitur ini sangat penting untuk mencegah pasien Covid-19 bepergian dari tempat karantina dan mengunjungi tempat-tempat publik.

"Pasien yang sedang terinfeksi dan menjalani karantina tidak bisa melakukan scan barcode pada aplikasi PeduliLindungi karena aplikasi tersebut akan berada dalam mode terkunci hingga waktu karantina berakhir,” ungkap Yasmina Ashfa Zahidah.

Raissa Azarine menambahkan bahwa 4 solusi yang ditawarkan untuk pengembangan dan penyempurnaan fitur-fitur pada aplikasi PeduliLindungi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya aplikasi PeduliLindungi.

"Dengan menambahkan beberapa fitur baru di dalamnya. Kami juga berharap melalui penambahan dan pembaruan fitur aplikasi, penambahan Covid-19 di Indonesia dapat dikendalikan dan ditekan,” kata Raissa Azarine.

Berkat ide mereka ini, ketiga mahasiswa FTUI tersebut berhasil meraih Juara Tiga pada lomba esai Bahasa Inggris yang diadakan oleh SCOPE dari Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA) Universitas Airlangga yang digelar pada 19–23 Januari 2022.

Baca juga: Hasil Penelitian UI, Banyak Janda Mengeluhkan Stigma di Masyarakat yang Bedampak ke Anak

Khansa Nitisara Ramadhani, Yasmina Ashfa Zahidah, dan Raissa Azarine yang tergabung dalam Tim 04, menyampaikan solusi mereka dalam makalah mereka yang berjudul “Preventing and Controlling the Re-Escalating Cases of Covid-19 by Optimizing the Features of PeduliLindungi”.

Lomba esai yang mereka ikuti mengangkat tema Accessibility Issues Surrounding Universal Health Coverage in Indonesia and Its Solution.

Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU memberikan apresiasi dan menyatakan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa FTUI.

“Kami ingin lulusan FTUI memiliki daya saing tinggi, unggul dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ide kreatif ketiga mahasiswa ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FTUI untuk berpikir kritis dan solutif dalam memecahkan suatu masalah. Dalam hal ini bagaimana mengembangkan aplikasi PeduliLindungi menjadi lebih sempurna dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," paparnya.

Baca juga: Jadi Mahasiswa UI Bisa Belajar ke Luar Negeri, Caranya Ikuti Program MBKM

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung menjadi aplikasi PeduliLindungi wajib digunakan oleh masyarakat saat beraktivitas sehari-hari. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai aplikasi pelacak Covid-19 yang digunakan secara resmi untuk pelacakan kontak digital di Indonesia.

Meskipun demikian, aplikasi ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Tim 04 menemukan beberapa kekurangan dalam fitur aplikasi PeduliLindungi dan menawarkan empat solusi untuk lebih menyempurnakan aplikasi tersebut.  

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved