Selasa, 14 April 2026

Virus Corona

Kasus Covid-19 Terus Naik, Tempat Isolasi Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia Kembali Dibuka

Kasus Covid-19 Kota Depok Terus Meningkat, Tempat Isolasi Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia Kembali Dibuka

Penulis: Alex Suban | Editor: Dwi Rizki
Tribunnewsdepok/Muhamad Fajar Riyandanu
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana di Kantor Pemkot Depok pada Senin (31/1/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan memfungsikan kembali Gedung Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (UI) menjadi lokasi Isolasi Terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19 dengan kondisi ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG)

"Sesuai dengan arahan Pak Wali Kota Depok dan sudah dirapatkan oleh Satgas Covid-19. Minggu ini untuk Pusat Studi Jepang akan dioperasikan kembali sebagai lokasi Isoter," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, di Kantor Wali Kota Depok pada Senin (31/1/2022). 

Isoter Pusat Studi Jepang memiliki kapasitas 42 tempat tidur yang dikhususkan untuk OTG dan pasien gejela ringan.

Sementara itu, pasien dengan kondisi sedang dan berat akan diarahkan ke rumah sakit. 

Selain Isoter Pusat Studi Jepang, Pemkot Depok akan berkoordinasi dengan UI agar memfungsikan Makara UI sebagai Isoter.

Dadang menambahkan, guna menambah kapasitas karantina untuk pasien Covid-19, Pemkot Depok akan mendirikan tempat karantina berbasis masyarakat.

Tempat karantina ini rencananya akan dibangun satu unit di tiap kecamatan.

"Dalam rapat Satgas, seperti itu untuk menambah kapasitas karantina," sambung Dadang. 

Baca juga: Tipu 300 Nasabah dengan Investasi Bodong Berkedok Koperasi dan Arisan, PRT di Bogor Raup 5,7 Miliar

Baca juga: Pria di Jalan Raya Bogor, Cilodong Depok Siram Tubuhnya dengan Bensin lalu Bakar dengan Korek

Saat ini, masing-masing kecamatan sedang dalam tahapan identifikasi dan survei lokasi dengan prioritas rumah indekos atau rumah-rumah kosong milik warga yang dapat disewakan. 

"Tempat karantina berbasis masyarakat nantinya bakal kolaborasi dengan relawan satgas untuk penanganan dapur umum dan lainnya," jelas Dadang. 

Dadang menilai, penyediaan tempat karantina berbasis masyarakat sangat dibutuhkan mengingat angka positivity rate di Kota Depok sudah menyentuk angka 14 persen.

Sementara itu, tingkat keterisian BOR isolasi 43 persen dan BOR ICU 17 persen. 

"Karena saat ini untuk kasus aktif itu bergerak cepat, namun Insyaallah rumah sakit di Kota Depok siap dan kasus-kasus yang mengalami perburukan tidak bertambah," ujar Dadan. 

Melansir laporan harian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 dalam tiga hari ke belakang menembus angka 500 kasus.

Pada 28 Januari, ada tambahan 617 kasus konfirmasi Covid-19.

Kemudian di tanggal 29 Januari bertambah 534 kasus dan di tanggal 30 Januari terdapat 610 kasus tambahan 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved