Cerita Khaerun Pramudi TransJakarta

Kalau Ternyata Dia Jatuh, Saya Bisa Disanksi dan Pasti Dicemooh Orang

Pria yang bekerja sebagai pramudi TransJakarta sejak 2007 ini menduga perempuan tadi bisa melancarkan aksi nekatnya sewaktu-waktu.

Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Khaerun (62) pramudi TransJakarta yang dengan beraninya menyelamatkan seorang wanita yang mencoba bunuh diri dari atas fly over Jembatan Tiga, Jakarta 

Mungkin dia ada masalah. Saya tidak mau tahu banyak, yang penting selamat. Sampai sekarang pun saya tidak tahu namanya, yang penting dia selamat, saya sudah bersyukur.


Apa bapak tahu video aksi tersebut kemudian viral?

Saya tahunya malah di hari kedua, sore. Tadinya saya anggap aman-aman saja, tiba-tiba ada WhatsApp yang masuk dari teman, yang menanyakan apakah sosok itu saya.

Saya sempat berpikir lama sebelum mengatakan iya. Akhirnya ramai diberitakan. Saat viral, keluarga pertama kali ketakutan.

Mereka takut saya terkena masalah di kepolisian. Setelah saya dapat berita ada aksi heroik sopir Transjakarta, lalu saya tunjukin ke mereka. Saya pahlawan nih katanya (berita). Saya senyum-senyum saja.


Aksi bapak ini juga diapresiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Apa yang bapak pikirkan saat itu?

Saat diundang gubernur, saya awalnya tidak percaya. Kemarin hari, Jumat (28/1/2022) sekitar pukul 14.00 WIB, ada telepon dari ajudan Pak Gubernur yang meminta saya untuk menghadap.

Saya tidak percaya. Tidak mungkin pikir saya. Tiba-tiba ada telepon dari kantor, baru saya percaya.

Di sana (kantor Gubernur) saya disambut. Pak Anies mengapresiasi dan berterima kasih. Saya diberi topi yang ada bintang tiganya.

Kata beliau itu topi kebanggaan, topi pahlawan. Saya tidak menyangka ketemu pak Anies, bisa mengobrol dekat seperti itu.

Dari perusahaan, saya mendapatkan cendera mata berupa sertifikat dan emas . Ya Alhamdulillah.


Apa makna aksi ini untuk bapak pribadi?

Saya percaya memiliki sikap peduli kepada sesama memang sebuah keharusan. Sebagai manusia memang wajib seperti itu.

Tidak perlu mendapat imbalan yang penting ikhlas, rezeki itu sudah ada yang mengatur. (raf/eko)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved