Cerita Khaerun Pramudi TransJakarta

Kalau Ternyata Dia Jatuh, Saya Bisa Disanksi dan Pasti Dicemooh Orang

Pria yang bekerja sebagai pramudi TransJakarta sejak 2007 ini menduga perempuan tadi bisa melancarkan aksi nekatnya sewaktu-waktu.

Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Khaerun (62) pramudi TransJakarta yang dengan beraninya menyelamatkan seorang wanita yang mencoba bunuh diri dari atas fly over Jembatan Tiga, Jakarta 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Nama Khaerun mendadak viral di jagat maya setelah menyelamatkan seorang perempuan yang diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri di jalan layang Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (25/1) pekan lalu.

Dua hari setelah peristiwa tersebut, video aksi Khaerun beredar luas dan menjadi perbincangan di media sosial.

Kepada jurnalis Warta Kota Rafsanzani Simanjorang, Khaerun menuturkan insiden itu terjadi sewaktu dirinya sedang bertugas mengemudikan bus di koridor 9 rute Pluit-Pinang Ranti.

Sekitar pukul 16.25 WIB, ia melihat terjadi keributan di bawah jalan layang Jembatan Tiga. Dari kejauhan Khaerun pun memandang seorang perempuan tengah berdiri di pinggir jembatan layang.

Begitu bus yang ia kemudikan tiba di atas jembatan layang, sopir kelahiran Pati, Jawa Tengah, 17 Februari 1959 ini membujuk agar perempuan tadi mengurungkan niatnya.

Upaya ini mendapat penolakan. Teriakan perempuan ini malah bertambah kencang.

Pria yang bekerja sebagai pramudi TransJakarta sejak 2007 ini menduga perempuan tadi bisa melancarkan aksi nekatnya sewaktu-waktu.

Khaerun spontan keluar dari bus, ia kembali membujuk. Pada sebuah kesempatan ia berhasil menarik perempuan berumur sekitar 20 tahunan itu sekaligus menggagalkan upaya bunuh diri.

Seperti apa cerita lengkapnya? Berikut wawancara eksklusif Warta Kota dengan Khaerun yang berlangsung di pul bus Klender, Jakarta Timur:


Bisa diceritakan awal mula kejadian yang membuat nama bapak ramai diperbincangkan?

Itu kejadiannya, Selasa (25/1/2022) lalu sekitar pukul 16.25 WIB. Saya memang kebagian jadwal sore. Saya tugas dari arah Pluit menuju Pinang Ranti.

Tiba di lokasi kejadian ya persis di jam itu. Saya curiga sekali saat melihatnya karena itu seharusnya area steril, tidak boleh ada orang.

Di flyover itu, kalau pun ada orang, jaraknya begitu jauh. Aneh, kalau ada orang berdiri di sana. Lalu saya melihat di bawah, ternyata sudah banyak orang begitu riuh melihat ke arah perempuan tersebut.

Waktu itu jarak bus satu meteran lah, jadi sangat dekat. Posisi dia berdiri sungguh tidak aman. Posisinya sudah di luar pagar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved