SMAN 2 Depok Gelar Uji Coba PTM Terbatas, PTM Penuh Baru Bulan Februari Diadakan

Sejumlah persiapan PTM terbatas sudah dilakukan, seperti mayoritas tenaga pendidik dan siswa sudah menerima vaksin Covid-19

Penulis: Alex Suban | Editor: Umar Widodo
TribunnewsDepok/Muhamad Fajar Riyandanu
Kepala Sekolah SMAN 2 Depok, Wawan Ridwan bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Depok saat meninjau pelaksaan PTM Terbatas di SMAN 2 Depok pada Senin (17/1/2022), siang. 

Laporan Reporter TribunnewsDepok.com, Muhamad Fajar Riyandanu

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Depok menyatakan siap untuk menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Bulan Februari mendatang.

Hal ini dikatakan oleh Kepala SMAN 2 Depok, Wawan Ridwan pada Senin (17/1/2022), siang. Wawan mengatakan, pihak SMAN 2 Depok telah melaksanakan PTM terbatas sejak tanggal 10 Januari lalu.

"Sekarang sudah berjalan PTM 50 persen, mudah mudahan Perwal secepatnya turun maka kami akan melaksanakannya 100 persen," kata Wawan kepada wartawan di SMAN 2 Depok pada Senin (17/1/2022).

Lebih lanjut, kata Wawan, sejumlah persiapan sudah dilakukan, seperti mayoritas tenaga pendidik dan siswa sudah menerima vaksin Covid-19.

"Termasuk orang tua siswa yang jemput antar, bahkan guru-guru di sini kami pantau terus baik dari kegiatan absen sehari-harinya, siapa yang kurang begitu sehat itu wajib jangan dulu ke sekolah, istirahat dulu harus diperiksa," sambung Wawan.

SMAN 2 Depok
SMAN 2 Depok baru akan melaksanakan PTM penuh pada bulan Februari mendatang, saat ini PTM baru untuk kapasitas 50 persen siswa

Wawan mengakui, masih ada sejumlah orang tua siswa yang masih belum memperbolehkan anaknya untuk ikut di kegiatan PTM 100 persen.

Pihak SMAN 2 Depok pun tidak memaksakan kehendak orang tua untuk segera mengikutsertakan anaknya di PTM 100 perseb.

"Itupun ada orang tua murid yang 'saya trauma pak kemarin kakaknya meninggal, tolong lah anak saya pengen di rumah saja'. Mungkin dari 1000 lebih, ya 5 orang," jelasnya.

Guna mengakomodir para siswa yang belum diperbolehkan mengikuti PTM 100 persen, pihak sekolah tetap menyediakan layanan Belajar Dari Rumah (BDR).

Baca juga: PTM 100 Persen Digelar, Pemkot Depok Larang Pedagang Berjualan di Kantin dan Luar Area Sekolah

Baca juga: Vaksinasi Anak Capai 88,57 Persen, Pemkot Depok Pastikan PTM 100 Persen Digelar Februari 2022

"Tetap kita sediakan layanan belajar daring, tidak bisa diabaikan, tidak bisa dipaksakan datang ke sini, nanti malah jadi kendala. Kalau Satgas Covid-19 mengizinkan, tapi kalau orang tua tidak mengizinkan kami tidak bisa memaksakan," ujar Wawan.

Selama melaksanakan pembelajaran daring, Wawan menyebut ada sejumlah persoalan dalam kegiatan belajar mengajar. Satu diantaranya yakni fungsi kontrol siswa yang kurang maksimal.

"Siswa yang dirumah kadang-kadang ada saja lah yang cuma absen, terus kemana dulu, nanti muncul lagi. Kalau PTM lebih terkontrol, kemudian memberi nilai pun kepada anak bisa maksimal," tukas Wawan. (M29)

 

Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved