Penelitian UI

Peduli Pasien Bibir Sumbing, FKG UI Teliti Perubahan Pasca Perawatan Lengkung Mandibula

FKG UI teliti perubahan pasca perawatan lengkung mandibula pada pasien. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pasien bibir sumbing.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Peduli pasien bibir sumbing, FKG UI teliti perubahan pasca perawatan lengkung Mandibula.

Celah bibir dan langit-langit unilateral merupakan salah satu cacat lahir yang paling umum terjadi.

Pengobatan celah bibir dan langit-langit membutuhkan pendekatan interdisipliner yang komprehensif dan tindak lanjut jangka panjang.

Baca juga: UI Temukan Obat untuk Penyakit Kulit Akut yang Efektif dan Aman Bagi Pasien

Hanya sedikit penelitian yang melaporkan perubahan setelah pengobatan dengan menunjukkan bahwa khususnya dimensi transversal, pada pasien dengan celah bibir dan langit-langit rentan mengalami perubahan setelah perawatan.

Pada penelitian tersebut tidak memperhatikan adanya perubahan sejalan pada lengkung mandibula yang terjadi setelah perawatan.

Baca juga: UI Kembali Juara Pertama di Cigna Innovation Competition, Mahasiswa FMIPA Bawa 3 Konsep

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dimensi transversal lengkung mandibula, perubahan transversal antar lengkung maksila dan mandibula pada pasien dengan bibir sumbing unilateral non-sindromik lengkap (CUCLAP) hingga lima tahun setelah perawatan.

Hal ini disampaikan oleh promovenda Sariesandy Sumardi saat memaparkan disertasinya yang berjudul “Post Treatment Changes in the Mandibular Arch in Patients with Unilateral Cleft Lip and Palate” pada sidang terbuka promosi doktor yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI).

Penelitian ini retrospektif dan longitudinal yang dilakukan pada 75 pasien CUCLAP, dua tahun dan lima tahun setelah perawatan komprehensif selesai.

Dimensi transversal lengkung mandibula diukur dan Indeks Modified Huddart Bodenham (MHB) digunakan untuk menilai hubungan antar lengkung maksila dan mandibula.

Perubahan yang terjadi pada lengkung mandibula diwakili dari perubahan dimensi transversal dan hubungan antar lengkung rahang menggunakan Indeks MHB.

Baca juga: 3 Mahasiswa Arsitektur UI Usung Narana Shelter, Kalahkan 350 Karya Lain dari Seluruh Dunia

Sidang Promosi Doktor diketuai oleh Prof. Dr. M. F. Lindawati S.Kusdhany, drg., Sp.Pros(K)., dengan Promotor Prof. Dr. drg. Benny Sjariefsjah Latief, Sp.BM(K)., dan Ko-Promotor Prof. Em. Anne Marie Kuijpers-Jagtman, DDS., Ph.D.,

Ketua Tim Penguji Dr. drg. Lilies Dwi Sulistyani, Sp.BM(K) dan Anggota Penguji lainnya yaitu Prof. drg. Iwan Tofani, Sp.BM(K)., Ph.D., Dr. drg. Nia Ayu Ismaniati, MDSc., Sp.Ort(K)., drg. Benny M. Soegiharto, M.Sc., MOrthRCS., Sp.Ort(K)., Ph.D., drg. Melissa Adiatman, Ph.D., Dr. Mette A.R. Kuijpers, DDS., M.Sc., Ph.D., Dr. Edwin M. Ongkosuwito, DDS., Ph.D.

“Masih ada kekurangan penelitian tentang perubahan jangka panjang pada pasien dengan celah bibir dan langit-langit unilateral non-sindromik lengkap tidak hanya meliputi hubungan lengkung gigi dan perubahan wajah tetapi juga aspek lain dari hasil perawatan. Juga, individu dewasa dengan celah yang dirawat layak mendapat perhatian lebih dalam penelitian yang akan datang,” ujar Sariesandy Sumardi pada sidang promosi doktor yang diselenggarakan pada awal Januari 2022.

Sariesandy menyatakan bahwa pasien dapat diberitahu tentang kemungkinan yang dapat terjadi setelah perawatan selesai ditinjau dari sisi usia pasien pada akhir perawatan, penutupan ruang gigi insisivus lateral rahang atas yang hilang dan skor GOSLON pada akhir perawatan.

Ia juga merekomendasikan penggunaan alat retainer seumur hidup yang dikombinasikan dengan retainer cekat canine-to-canine dan retainer Hawley untuk mempertahankan hasil perawatan terutama dua tahun setelah perawatan komprehensif selesai.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved