Breaking News:

Metropolitan

LRT Akan Membelah Kota Depok Tahun 2023, Terbentang dari Pondok Cina-Cibubur-Cinere-Gunung Putri

Ditarget pada Tahun 2023, Proyek Pembangunan LRT Depok Masih Tunggu Pengesahan Kementerian ATR

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pada Jumat (14/1/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, mengatakan proses pembangunan moda transportasi Light Rail Transit (LRT) masih menunggu pengesahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

"Pemkot Depok sudah ajukan usulan tempatnya ke Kementerian ATR," kata Imam saat ditemui di Kantor Pemkot Depok pada Jumat (14/1/2022), siang. 

Lebih lanjut, kata Imam, apabila Kementerian ATR sudah mengesahkan usulan tersebut, Pemkot Depok akan segera mengadakan lelang pengerjaan proyek. 

"Sampai saat ini masih terus di godok ya mudah-mudahan kalau usulan disahkan, kita siap lelang, kita 'go' dan bisa segera dinikmati Kota Depok di tahun 2023 atau 2024," sambung Imam. 

Adapun trayek dari pembangunan transportasi LRT di Kota Depok dibagi menjadi empat koridor, yakni Koridor 1 dengan jarak 10,8 Kilometer dari Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina sampai Stasiun LRT Cibubur. 

Baca juga: Warna Seragam Satpam Bakal Diubah Jadi Krem, Aji Keluhkan Biaya Buat Beli Seragam Baru Lagi

Baca juga: Janji Anies Bangun Stadion untuk Persija Bakal Terealisasi, JIS Selesai Maret Tahun Ini

Sementara Koridor 2 membentang sepanjang 16,7 Kilometer dari TOD Pondok Cina sampai Cinere. 

Kemudian koridor 3 sepanjang 10, 7 Kilometer akan dimulai dari TOD Depok Baru sampai Bojongsari. Dan yang terakhir, Koridor 4 sepanjang 13,8 Kilometer akan dimulai dari TOD Depok baru sampai TOD Gunung Puteri. 

Pada kesempatan tersebut, Imam menjelaskan, jika usulan perencanaan pembangunan proyek LRT sudah disahkan oleh Kementerian ATR, maka pihak Pemkot Depok akan melanjutkan usulan tersebut ke Kementerian Perhubungan. 

"Ketika Kementerian ATR mengesahkan, maka bidangnya nanti ke Kementerian Perhubungan," ujar Imam. 

Imam menjelaskan, apabila Kementerian ATR belum belum memberikan pengesahan terhadap proyek pembangunan LRT, maka pihak Pemkot Depok belum bisa meneruskan usulan ke Kementerian Perhubungan. 

"Kalau belum disahkan belum bisa dilakukan. Kita mau lakukan apapun, kalau tata ruangnya belum disahkan ya belum bisa," pungkas Imam. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved