Kamis, 23 April 2026

Seorang Pria Dipukuli Massa Karena Diduga Mengambil Tas Berisi Uang Rp 250 ribu dan Surat Berharga

Kepala Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Selatan Aipda Heri Susanto mengatakan awalnya timnya tengah patroli keamanan di wilayah Jaksel

Editor: Umar Widodo
Dok.MerekamJakarta
Tim perintis Presisi Polres Metro Jakarta Selatan amankan pria yang dikeroyok di Jalan Pangeran Antasari, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (8/1/2022) dini hari 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Desy Selviany

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Diduga curi tas teknisi hotel mewah yang tertidur di halte Jalan Pangeran Antasari, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan seorang pria babak belur dihajar massa.

Peristiwa itu terjadi hari Sabtu (8/1/2022) sekitar pukul 04.00 pagi WIB.

Kepala Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Selatan Aipda Heri Susanto mengatakan awalnya timnya tengah patroli keamanan di wilayah Jakarta Selatan.

Namun, di Jalan Pangeran Antasari mereka melihat kerumunan warga.

"Saat dihampiri kami melihat seorang pria dalam keadaan luka-luka," ujar Heri dihubungi Minggu (9/1/2022).

Saat ditanyai, warga menyebut pria yang babak belur itu diduga pelaku pencurian tas.

Kemudian untuk meredam amarah warga, polisi membawa terduga pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Dari pemeriksaan awal, pelaku diduga mencuri tas milik pengendara motor yang sedang tidur di dekat halte seberang Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Sementara itu korban Rahmat mengatakan awalnya ia pulang kerja. Karena mengantuk berat ia kemudian tertidur di sebuah halte dengan posisi tas menggantung di setang motor.

"Saya tidur 20 menit. Tidur-tidur ayam setengah sadar. Saat bangun tas sudah tidak ada," ujar Rahmat.

Rahmat kemudian bertanya ke teman-temannya di tempat kejadian perkara (TKP).

Mereka bertanya ke warga dan kemudian ditemukan terduga pelaku yang mencuri tas tersebut.

Terduga pelaku yang membawa karung itu kemudian ditanyai Rahmat dan teman-temannya terkait keberadaan tas yang berisi uang senilai Rp250 ribu.

Pengakuan Rahmat, terduga pelaku sempat mengaku mengambil tas dan membuangnya di Kemang.

"Dia ngakunya itu bohong terus. Pertama dibuang di Kemang. di Kemang dicari enggak ketemu. Akhirnya dia ngaku lagi dibuang di Vivo Pasar Inpres, di situ enggak ada juga. akhirnya ya sudah gitu," jelas Rahmat.

Akibat insiden itu Rahmat mengaku kehilangan sejumlah surat-surat berharga di dalam tas tersebut. (Des)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved