Wawancara Eksklusif

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari Jadi Aktivis, Sering Diteriaki Polisi Disuruh Pulang

Politisi Partai Gerindra ini sudah menduduki bangku DPRD Kota Depok selama 13 tahun terakhir.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Umar Widodo
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Yeti Wulandari Wakil Ketua DPRD Kota Depok dan politisi Partai Gerindra ini sudah menduduki bangku anggota DPRD Kota Depok selama 13 tahun terakhir 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Tak pernah terpikir untuk menekuni karier sebagai politikus. Demikian pengakuan Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari secara eksklusif kepada Warta Kota Network (www.depok.tribunnews.com).

Nyatanya Yeti malah larut sebagai wakil rakyat. Sampai saat ini, ia sudah tiga periode berkiprah di DPRD Kota Depok. Per 3 September 2019 silam, Yeti resmi dilantik.

Politisi Partai Gerindra ini sudah menduduki bangku anggota DPRD Kota Depok selama 13 tahun terakhir.

Kepada tim Warta Kota Network, wanita kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 10 Mei 1976 ini menceritakan kisah masa kecilnya, sebagai aktivis semasa berkuliah di Universitas Pancasila, hingga perjalanan kariernya yang penuh "warna".

Berikut hasil wawancara eksklusif dengan Yeti yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, belum lama ini:

Bisa diceritakan kiprah Ibu sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Depok?

Jadi orangtua saya kebetulan Suku Jawa. Pada tahun 1975, ayah ditugaskan di Brimob Kelapa Dua (Depok). Saat saya lahir, ayah sedang bertugas di Timor Timur (sekarang Timor Leste).

Ibu melahirkan saya di tempat kelahiran ayah saya di Magelang. Ketika usia setahun, ayah kembali dari Timor Timur dan saya dibawa ke Depok. Sejak itulah saya sudah di sini (Depok).

Lalu kalau bicara cita-cita, sebenarnya sempat berubah-ubah. Saat kanak-kanak sampai SMA, saya ingin menjadi dosen. Tapi saat terakhir ujian untuk masuk perguruan tinggi, saya ada beberapa keinginan.

Orangtua penginnya saya melanjutkan ke kedokteran tapi saya tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil jurusan hukum.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved