Cilodong Depok

Begini Situasi Bila Terjadi Kebakaran di Rutan Kelas 1 Cilodong, Damkar Depok Ukur Respon Time

Simulasi kebakaran di Rutan Kelas 1 Depok libatkan sejumlah warga binaan dan petugas Rutan. Damkar Depok ukur respon time.

Penulis: Alex Suban | Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Begini Situasi Bila Terjadi Kebakaran di Rutan Kelas 1 Cilodong, Damkar Depok Ukur Respon Time 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Begini situasi bila terjadi kebakaran di Rutan Kelas 1 Cilodong, Damkar Depok ukur respon time.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengadakan simulasi kebakaran di Rutan kelas 1 Depok pada Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Sejak Kenal Andri Irwan, Roro Fitria Jadi Hobi Main Motor

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana, simulasi ini dilakukan untuk meningkatkan antisipasi bila terjadi kebakaran di Rutan Kelas I Depok.

“Kami memberikan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) yang sudah dimiliki oleh rutan sebagai upaya awal ketika terjadi kebakaran sebelum petugas datang ke lokasi,” kata Gandara.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengadakan simulasi kebakaran di Rutan kelas 1 Depok.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengadakan simulasi kebakaran di Rutan kelas 1 Depok. (Istimewa)

Saat itu, Gandara didampingi oleh 45 petugas Damkar dan Kabag Operasional, Welman Naipospos. Welman menambahkan, selain operasi penyelamatan awal, pihak Damkar juga melakukan praktik penyelamatan para warga binaan dengan teknik vertical rescue.

Baca juga: Indonesia Kalah 0-4 di Leg 1 Final Piala AFF, Shin Tae-yong Tak Ingin Pikirkan Skor, Fokus ke Leg 2

Dalam simulasi tersebut, pihak Damkar juga mengukur respon time dari Mako Damkar yang terletak di Grand Depok City hingga sampai lokasi kejadian.

"Petugas kita berangkat dari Mako terima laporan lalu kita meluncur ke Rutan. Nah kita hitung respon timenya. Aturannya kan 15 menit, akhirnya tadi kita coba hanya 11 menit. Itu mulai dari laporan, datang, hingga pemadaman," kata Welman saat dihubungi pada Rabu (29/12/2021), malam.

Dari giat simulasi kebakaran ini, diharapkan para petugas Rutan Kelas 1 Depok dapat melakukan pemadaman awal sembari menunggu bantuan dari petugas Damkar.

Operasi ini melibatkan 45 petugas Damkar Depok, 15 warga binaan Rutan, dan seluruh petugas Rutan. Sebagai perlengkapan, 2 unit mobil Damkar, 2 unit mobil ranger dan 1 mobil ambulans diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Libur Natal & Tahun Baru, Harga Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tak Berubah

Pihak Damkar juga memberikan penyuluhan tentang cara penyelamatan diri saat terjadi kebakaran. "Banyakan korban itu bukan karena terbakar tapi kebanyakan korban racun asap. Diajarin mengevakuasi diri jangan panik dan jika ada asap jangan masuk kamar mandi, tapi segera keluar dengan cara tiarap," jelas Welman.

Rencananya, giat simulasi kebakaran ini juga akan dilaksanakan di tempat-tempat publik seperti rumah sakit dan gedung perkantoran.

"Bukan hanya Rutan, tapi ada rumah sakit atau gedung perkantoran. Artinya, jika ada kebakaran, orang yang ada di tempat sudah bisa melakukan pemadaman awal," tukas Welman.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved