Breaking News:

Kabar Artis

Soal Dugaan Tindak Penyekapan, Kuasa Hukum Riri Khasmita Beberkan Kronologinya

Syakhruddin selaku kuasa hukum dari Riri menjelaskan kronologi kliennya merasa mengalami penyekapan.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Bintang film Nirina Zubir penuh emosional ketika hadir dalam rilis penangkapan tiga pelaku penggelapan aset orangtuanya, di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2021).  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Riri Khasmita, mantan ART ibunda Nirina Zubir membuat laporan balik terkait dugaan tindak penyekapan yang dilakukan Nirina bersama saudara-saudaranya.

Syakhruddin selaku kuasa hukum dari Riri menjelaskan kronologi kliennya merasa mengalami penyekapan.

Hal itu terjadi ketika Nirina dan saudara-saudaranya menginterogasi Riri bersama suaminya, Edrianto terkait dugaan penggelapan aset tanah.

Riri merasa selama setahun kebebasannya direnggut karena tak diizinkan keluar rumah, hanya boleh bergantian dengan suaminya.

Baca juga: Shin Tae-yong Masih Butuh Empat Pemain Lagi untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020

"Seputar penyekapan ya selama setahun ini tuh, klien kami tidak diizinkan keluar rumah. Jadi diizinkan itu hanya boleh satu, suami atau istri," ujar Syakhruddin di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (24/11/2021).

"Sementara klien kami itu ditagih uang pembayaran oleh sertifikat yang telah diceritakan oleh saudara Nirina ya. Jadi atas dasar itulah klien kami melapor karena kebebesan kalien kami itu di halang-halangi," ujar Syakhruddin.

Syakhruddin menjelaskan bahwa saat dugaan penyekapan itu terjadi, Riri dijaga ketat oleh satpam 24 jam full di rumah kos-kosannya.

Baca juga: Lantik 5 Kepala Dinas dari Lelang Jabatan, Wali Kota Depok Sebut Staf Harus Loyal, Kalau Tidak Ngaco

"Jadi di depan itu dijaga ketat security 24 jam jadi tidak boleh keluar, pager digembok. Bahkan untuk izin sakit pun tidak diizinkan, kalau pun mau keluar itu pertukarannya dengan anaknya," lanjut Syakhruddin.

Pihak Nirina pernah memberikan klarifikasi soal tudingan penyekapan, saat itu Nirina mengatakan bahwa adanya satpam untuk menjaga aset rumah.

"Ya menjaga aset cuma satu orang yang tinggal, jadi sangat tidak relevan lah ya. Kalaupun jaga aset kenapa orang dihalangi keluar," tutur Syakhruddin.

Baca juga: Pelatih Persija: Kemenangan Atas Persib Tak Berarti Bila Tidak Diteruskan di Laga Selanjutnya

"Tidak ada alasan penahanan seseorang kecuali penyidik," tegasnya.

Pihak Riri Khasmita melaporkan kakak Nirina yang bernama Fadhlan dalam dugaan tindak ke penyekapan ke Polda Metro Jaya yang kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Fadhlan dilaporkan Riri karena yang melaporkan Riri bersama suami dan tiga orang notaris adalah Fadhlan.(Bayu Indra Permana)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved