Pendidikan

Peringatan Hari Guru, FKIP UKI Gelar Webinar Peran LPTK Mendidik Calon Guru di Zaman Digitalisasi

FKIP UKI menggelar webinar bertajuk peran LPTK mendidik calon guru di zaman digitalisasi. Hal tersebut dilakukan sebagai peringatan Hari Guru.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Peringatan Hari Guru, FKIP UKI Gelar Webinar Peran LPTK Mendidik Calon Guru di Zaman Digitalisasi. 

"Semoga bisa membantu mendorong  pencapaian target SDGs 2030," papar Sunarto.

Webinar ini dibuka oleh Dr. Amiruddin Kade sebagai Dekan FKIP Universitas Tadulako Palu dan ditutup oleh Dr. Sunarto dari UKI.

Baca juga: Mahasiswa FTUI Borong Juara di Net Zero Healthy Building GBC IDEAS 2021, Wakil Indonesia di Hongkong

Pembicara dalam seminar ini antara lain
Prof. Dr.dr. Bernadetha Nadeak, Prof. Dr. Marina Silalahi dan Dr. Herlina.

Marina Silalahi dari FKIP UKI membahas persoalan peningkatan kompetensi guru dan dosen melalui riset/kajian ilmiah.

Menurut dia, riset itu sebenarnya tidak sulit karena bisa dilakukan dari pengalaman sehari-hari.

"Riset bisa dimulai dari fakta empiris yang kita temui sehari-hari di lingkungan sekitar," kata Marina.

Baca juga: Usung Empat Program Kerja, BEM UI Fokus Edukasi Hingga Promosi Produk UKM

Hasil riaet bisa diterbitkan dalam bentuk buaku, jurnal, prosiding, dan laporan penelitian.

"Penelitian bisa dilakukan melalui kolaborasi guru dan murid atau mahasiswa dengan dosen," ungkapnya.

Pendidikan Biologi FKIP UKI, lanjut dia, siap berkolaborasi dengan para guru meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sementara Prof. Bernadetha Nadeak membawakan makalah berjudul 'Peran Guru di Era Society 5.0.
"Era Society 5.0 merupakan proses kolaborasi antara manusia sebagai pusatnya (humancentered) dan teknologi sebagai dasarnya (technology based)," jelas.

Karena itu, pendidikan era 5.0 adalah proses pendidikan yang menitik beratkan pada pembangunan manusia sebagai makhluk yang mempunyai akal, pengetahuan dan etika dengan ditopang oleh perkembangan teknologi modern saat ini.

"Guru di Era Society 5.0 harus memiliki keterampilan di bidang digigal dan berpikir kreatif," ungkapnya.

Selain itu, guru harua bisa meminimalisir kesenjangan antara pola pikir dan teknologi.

"Guru harus terus menggali informasi dan menciptakan inovasi baru, bersikap dan berpikir maju serta mebgikuti perkembangan zaman," jelas Nadeak.

Baca juga: Pertaruhkan Nyawa Demi Integritas, Sosok Gatot Taroenamihardja Akan Diabadikan Menjadi Nama Jalan

Tak hanya itu, guru di Era Society 5.0 harus menjadi guru penggerak yang mengutamakan murid dibandingkan dirinya.

"Guru harus memiliki inisiatif melakukan perubahan pada murid, mengambil tindakan tanpa diauruh serta terus melakukan inovasi," pungkas Nadeak.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved