Breaking News:

UMK Bogor

Buruh Tuntut UMK Bogor Naik 7,2 Persen, Ini Tanggapan Wakil Bupati Bogor

Para buruh mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bogor hingga aspirasinya tercapai.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan 

Pasalnya, Imam mengatakan Wali Kota Depok Mohammad Idris telah mengambil sikap terkait upah yang kini belum secara resmi diputuskan mengenai kepastian angkanya.

"Pak Wali sudah mengakomodir (tuntutan) SP (serikat pekerja) Kota Depok. Artinya, enggak usah ada demo lagi, orang sudah diakomodir kok," tutur Imam Budi kepada TribunnewsDepok.com saat ditemui seusai Ceremony Penanaman Pohon di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Sebut UMK Depok Selalu Naik, Buruh Tuntut Naik 5 Persen

Namun begitu, saat ditanya apakah keputusan tersebut menyatakan adanya kenaikan UMK 2022 dibandingkan dengan UMK 2021, Imam mengatakan hal itu belum secara sah dilakukan.

"(soal naik atau tidak) yang mutusin nanti gubernur ya," kata Imam.

Ketua DPD PKS Kota Depok ini mengaku belum bisa memberikan informasi secara pasti kapan Pemkot Depok akan mengetuk palu mengenai UMK Kota Depok 2022.

Sebab, jebolan Teknik Petrokimia Universitas Indonesia ini mengatakan pihaknya masih harus rapat dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok.

"Keputusannya kapan ya kalau kita kan kalau provinsi sudah memutuskan, nanti rapat antara kami dipimpinan, Insya Allah diputuskan secepatnya," kata Imam.

Baca juga: UU Omnibuslaw Masih Digugat, Pemkot Depok Diminta Tetapkan UMK 2022 Berdasarkan Aturan Lama 

UMK Depok Selalu Naik, Buruh Tuntut Naik 5 Persen

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebtukan bahwa dalam sejarahnya Upah Minimum Kota (UMK) Depok selalu naik.

Bahkan di akhir tahun ini Mohammad Idris berjanji akan menaikkan UMK Depok meski pihaknya akan lebih dulu membuka komunikasi dengan Pemerintah Provinsi perihal UMK.

"Tahun ini akan kita tingkatkan, tadi ada usulan tapi masih dalam kajian. Sejarahnya UMK di Kota Depok ini selalu meningkat, kita sudah empat (juta) lebih loh (UMKnya)," ujar Mohammad Idris.

Mohammad Idris mengatakan, saat ini pihaknya belum memutuskan berapa batasan UMK di Kota Depok.

"Belum ada (pengumuman kenaikan UMK), kita akan konsultasi ke Provinsi dulu," kata Idris di Ruang Serba Guna, Lantai 10, Gedung Dibaleka, Balai Kota, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Upah Minimum Kota Depok 2021 Naik, Berada di Urutan ke-4 Tertinggi di Jabar, Berapa Kenaikannya?

Dengan masih harus dikonsultasikannya kenaikan UMK itu, Idris menegaskan pihaknya belum bisa menjabarkan berapa perkiraan angka UMK tahun 2022.

"Usulan mereka (buruh) misalnya (UMK naik) 10 persen, kita nanti turunkan lah, enggak sampai 10 persen," tutur Idris.

Meski belum ada angka pasti berapa persen kenaikan, namun begitu wali kota yang mengemban periode keduanya ini memungkinkan pihaknya untuk menaikan UMK 2022.

Baca juga: Tak Ada Kepastian Setelah Pertemuan dengan Pemkab Bogor, Buruh Akan Terus Demo Tuntut Kenaikan Upah

"Tahun ini akan kita tingkatkan, tadi ada usulan tapi masih dalam kajian. Sejarahnya UMK di Kota Depok ini selalu meningkat, kita sudah empat (juta) lebih loh (UMKnya)," tutur Idris.

Idris mengatakan, pihaknya selalu berkomitmen dan menyeimbangkan antara perusahaan sebagai pelaku ekonomi utama dalam menjalankan dan memerlancarkan roda perekonomian, dengan karyawan.

Idris pun mengaku tak bisa menaifkan, bila saja perusahaan kolaps atau bangkrut maka yang terjadi adalah PHK yang bisa memicu kemiskinan akibat pengangguran.

Baca juga: Buruh Kabupaten Bogor Kembali Demo Bupati Bogor, Tuntut Kenaikan UMK dan batalkan Omnibus Law

"Nah buruh juga sebagai pekerja, sebagai pegawai, dari situ kita juga perhatikan, perhatiannya bagaimana ya perusahaan juga harus peduli kepada buruhnya tadi," katanya.

"Nah, ketika keinginan buruh sekian dan perusaahaan sekian, kita pemerintah sebagai fasilitator, mendekatkan antara dua keinginan ini," tandas Idris.

Tuntut UMK 2022 naik 5 persen

Sementara itu Serikat Buruh di Depok tuntut UMK 2022 naik 5 persen, siap turun ke jalan bila tak dipenuhi.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok Wido Pratikno meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memenuhi permintaan buruh dalam menaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2022.

Baca juga: Buruh Kabupaten Bogor Desak Ade Yasin Segera Tetapkan UMK

Wido mengatakan, sebelumnya para buruh di Kota Belimbing ini mengadakan aksi untuk meminta Pemkot Depok mengakomodir harapan para buruh untuk dapat menaikan UMK sebesar lima persen dari UMK 2021.

Dalam aksinya itu, Wido mengatakan, pihaknya telah bersurat kepada Wali Kota Depok terkait tuntutan para buruh.

"Yang jelas kemarin sih sudah kami sampaikan dan mudah-mudahan Pemkot Depok bisa menilai dan melihat apa yang kita ajukan ke Pemkot. Kami berharap bisa diakomodir," kata Wido saat dihubungi TribunnewsDepok.com melalui sambungan telepon, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Pemkot Depok Masih Harus Konsultasi ke Pemrov Jabar Soal UMK, Idris: Sejarah UMK Depok Selalu Naik

Perwakilan buruh pun diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok Mohammad Thamrin dan juga Asisten Pemkot Depok Bidang Ekonomi Sidik Mulyono.

Dalam pertemuan itu, Wido mengatakan pihak Pemkot akan mendiskusikan permintaan buruh perihal kenaikan UMK Depok 2022.

Saat ini, UMK Depok Rp 4,3 juta sekian dan diharapkan pada UMK 2022 ini naik menjadi Rp 4,5 juta sekian.

"Kalau tidak sesuai harapan kami, teman-teman buruh sepakat akan melakukan aksi lagi. Karena kami berpikir minyak goreng naik, maka dari itu sebenarnya itu (UMK) kan untuk menutup kebutuhan hidup," ujarnya.

Baca juga: Bunda Elly Sebut Dekranasda Depok All Out Produk UMKM Mendunia, Fokus Kuliner, Fesyen, dan Kerajinan

Wido pun berharap Pemkot Depok dapat melakukan pertemuan dengan para buruh untuk membahas mengenai kenaikan UMK. Hanya saja, hingga saat ini Wido mengaku pihaknya belum mendapatkan tanggapan dari Pemkot Depok.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikatakan Wido telah mengetuk palu terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 1,8 juta sekian.

Namun demikian, Wido berharap Pemkot Depok bisa menaikan nilai tersebut lantaran sudah tidak sesuai dengan kebutuhan para buruh dalam memenuhi kehidupan.

"Depok ini kan berdekatan dengan Ibu Kota, sudah tidak layak lagi kalau UMK nya gabung dengan Jawa Barat," tutur Wido

Hingga Senin (22/11/2021) pukul 16.30 WIB, Pemkot Depok belum juga menyampaikan besaran UMK 2022. Sebelumnya Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan pihaknya masih harus melakukan konsultasi terkait UMK ke Pemprov Jabar.

Berikut rincian lengkap UMP Jakarta, UMK Bogor (kabupaten dan kota), UMK Depok, UMK Tangerang (kabupaten dan kota), UMK Bekasi (kabupaten dan kota) dikutip dari masing-masing surat keputusan masing-masing kepala daerah:

Jakarta (UMR Jakarta 2021): Rp 4.416.186

Kabupaten Bekasi: Rp 4.791.843

Kota Bekasi: Rp 4.782.934

Kota Depok: Rp 4.339.514

Kabupaten Bogor: Rp 4.217.206

Kota Bogor: Rp 4.169.806

Kota Tangerang: Rp 4.262.015

Kabupaten Tangerang: Rp 4.230.792

Kota Tangerang Selatan: Rp 4.230.792

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved