Breaking News:

UMK Bogor

Buruh Tuntut UMK Bogor Naik 7,2 Persen, Ini Tanggapan Wakil Bupati Bogor

Para buruh mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bogor hingga aspirasinya tercapai.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan 

Dia menambahkan upah di Kabupaten Bogor sebenarnya sudah cukup bagua dibanding beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Sebut UMK Depok Selalu Naik, Buruh Tuntut Naik 5 Persen

"Upah buruh kita sudah cukup bagus. Kita tidak bisa intervensi untuk menaikkan upah karena akan berdampak pada kenyamanan investor," jelas Iwan.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini tidak khawatir investor akan pindah ke daerah lain karena tuntutan buruh ini.

"Kalau sampai ke situ tidak karena tidak mudah juga pindahkan usaha ke tempat lain," ujar Iwan.

Siap turun ke jalan

Buruh Kabupaten Bogor berencana melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (25/11/2021).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan karena belum adanya kepastian soal kenaikan Upah Minumum Kabupaten (UMK) 2022.

Hendri, Sekretaris Dewan Pengurus Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Kabupaten Bogor mengatakan rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) pada Selasa (23/11/2021) kemarin menemui jalan buntu.

"Rapatnya deadlock. Baik serikat buruh maupun APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) kukuh pada pendirian masing-masing," kata Hendri, Rabu (23/11/2021).

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Sebut UMK Depok Selalu Naik, Buruh Tuntut Naik 5 Persen

Dalam rapat ini, lanjutnya, buruh meminta kenaikan UMK 2022 sebesar 7,2 persen.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved