Breaking News:

UMK Bogor

Kenaikan UMK 2022 Belum Ada Kepastian, Buruh Kabupaten Bogor Siap Turun ke Jalan

Aksi unjuk rasa ini dilakukan karena belum adanya kepastian soal kenaikan Upah Minumum Kabupaten (UMK) Bogor 2022.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Massa buruh Kabupaten Bogor kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bogor di Cibinong, Rabu (10/11/2021) meminta Pemkab Bogor menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor tahun 2022. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Buruh Kabupaten Bogor berencana melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (25/11/2021).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan karena belum adanya kepastian soal kenaikan Upah Minumum Kabupaten (UMK) 2022.

Hendri, Sekretaris Dewan Pengurus Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Kabupaten Bogor mengatakan rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) pada Selasa (23/11/2021) kemarin menemui jalan buntu.

"Rapatnya deadlock. Baik serikat buruh maupun APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) kukuh pada pendirian masing-masing," kata Hendri, Rabu (23/11/2021).

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Sebut UMK Depok Selalu Naik, Buruh Tuntut Naik 5 Persen

Dalam rapat ini, lanjutnya, buruh meminta kenaikan UMK 2022 sebesar 7,2 persen.

Sementara APINDO berpatopakan pada UU Omnibus Law Cipta Kerja No.11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

"Posisi pemerintah Kabupaten Bogor mengikuti regulasi dari pemerintah," jelasnya.

Menurut dia, jika mengikuti regulasi maka tahun ini tidak ada kenaikan upah di Kabupaten Bogor karena UMK 2021 berada di atas batas atas upah sesuai rumus formula pengupahan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved