Breaking News:

Kasus Mafia Tanah

JPU Tuntut Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah Milik TNI AL Delapan Bulan Penjara

Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah Milik TNI AL, JPU Tuntut Terdakwa Delapan Bulan Penjara, Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sidang kasus dugaan penggunaan surat tanah palsu milik TNI AL dan Yudi Astono di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (18/11/2021).

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri S menyampaikan tuntutan kepada terdakwa, yakni Muhamad Fuad.

Terdakwa dituntut delapan bulan penjara atas karena melanggar Pasal 263 KUHP.

Dalam pembacaan tuntutan, Andri S memaparkan bunyi Pasal 263 KUHP ayat 1 dan 2.

Pasal 263 ayat 1 berbunyi : 'Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun'.

Sedangkan Pasal 263 ayat 2 berbunyi : 'Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian'.

"Pelaku dikenakan tindak pidana pemalsuan dan atau membuat akta palsu dan atau menerapkan keterangan palsu ke dalam akta autentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP," papar Andri S.

"Yang dimaksud sengaja dalam hal ini adalah bahwa kesengajaan meliputi pemakaian surat yang isinya seolah-olah sejati dan dapat menimbulkan kerugian. Artinya dalam hal ini pelaku menghendaki perbuatan memakai, pelaku menyadari surat yang dipakai mengandung keterangan palsu dan pelaku sadar pemakaian surat tersebut dapat menimbulkan kerugian," jelasnya.

Baca juga: TNI AL Turut Jadi Korban, Danpuspom TNI Laksamana Muda Nazali Lempo Ungkap Modus Mafia Tanah

Baca juga: Tidak Hanya Masyarakat, Mantan Menkumham Ungkap TNI AL Turut Jadi Korban Kasus Mafia Tanah

Berdasarkan uraian tersebut, JPU meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menetapkan Muhammad Fuad terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

Alasannya karena telah melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu atau dipalsukan yang menyebabkan kerugian.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved