Senin, 27 April 2026

Pemkot Depok

Ini Tips dari Petugas Damkar dan Penyelamatan Depok Agar Ular Tidak Masuk ke Rumah Warga

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok memberikan sejumlah cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

Editor: murtopo
Istimewa
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok memberikan sejumlah cara mencegah ular masuk ke dalam rumah. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Warga diminta untuk waspada terhadap ancaman ular yang berkeliaran di permukiman warga, terutama pada saat musim penghujan.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok memberikan sejumlah cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah.

Seperti dilansir dari berita.depok.go.id Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan pada Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos menuturkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pencegahan tersebut.

Pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan area kebun, pindahkan dan tata ulang barang-barang yang disimpan dan buang sampah secara rutin.

Baca juga: Mahasiswa IPB Meninggal di Kebun Kampus, Diduga Digigit Ular Kobra

Kedua, pasang lem tikus untuk membasmi tikus yang ada di rumah, karena tikus memancing ular datang.

"Ketiga, setelah hujan selalu cek lubang-lubang di halaman dan sekitar rumah yang kering dengan diterangi senter memastikan tidak ada ular," katanya kepada berita.depok.go.id, Jumat (19/11/21).

Lanjut dia, keempat, gunakan pewangi ruangan di rumah, wangi yang menyengat tidak disukai ular karena mengganggu penciumannya terhadap mangsa dan musuh.

Baca juga: Damkar Depok dan Damkar Kabupaten Bogor Sinergi Evakuasi Ular Cobra di Rumah Warga

Jika dalam kondisi darurat bisa menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 atau tim rescue Damkar Depok 021-77827280.

"Tidak perlu panik jika ada ular masuk ke rumah. Hindari menyentuh, memegang atau menangani ular jika tidak terlatih," katanya.

Dikatakan Welman, Hanya 20 persen ular di sekitar kita berbisa tinggi. 80 persen lainnya yang tidak berbahaya dan bermanfaat.

Di pulau Jawa, ada 110 an spesies ular, yang berbisa tinggi sekitar 16-17 spesies saja.

"Kenali, Waspada, tapi jangan bunuh ular," tutupnya.

Saatnya ular menetas

Sementara itu Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengimbau warga untuk waspada terhadap ancaman ular yang berkeliaran di permukiman warga, terutama pada saat musim penghujan.

"Memang bulan-bulan November saatnya ular-ular menetas dan hidupnya pada musim hujan seperti ini, lembab," kata Kepala Pleton Damkar Kelompok B Sektor 8 Ciracas, Enjat Sudrajat pada Minggu (14/11/2021), pagi.

Lebih lanjut, kata Enjat, pada Kamis (11/11/2021) lalu, ia dan jajarannya menemukan empat anak ular sanca dan satu anak ular kobra.

Ular-ular tersebut ditemukan di loker penyimpanan alat olahraga permukiman warga RT 11/07, Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Baca juga: Damkar Depok dan Damkar Kabupaten Bogor Sinergi Evakuasi Ular Cobra di Rumah Warga

Adapun panjang empat ular sanca yang ditemukan sekira 60 sentimeter dan satu ular kobra sekira 80 sentimeter.

Enjat menduga, anak ular tersebut menetas di tempat lain sebelum masuk lewat ke celah loker untuk mencari lokasi yang memiliki suhu udara lembab.

"Ular itu lebih senang ketika di sekeliling rumah banyak barang bekas yang tidak tertata. Apalagi di samping rumah ada tumpukan puing-puing," jelas Enjat.

Baca juga: Ular Kobra Jawa Panjang 2 Meter Berada di Saluran Air Pam Rumah Warga

Pada kesempatan tersebut, Enjat menjelaskan bahwa mengusir ular dengan cara menaburkan garam adalah mitos belaka. Ia menilai, ular tidak akan terusik dengan taburan garam.

"Eggak ada pengaruhnya. Lebih bagus menutup celah di rumah agar tidak ular masuk. Kalau menabur garam itu enggak ada pengaruhnya," pungkas Enjat. (M29).

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved