Depok Heritage

Kawasan Depok Lama akan Jadi Depok Heritage, Kemas Ridwan: Jadi Ikon Kawasan Tempo Dulu Kota Depok

Pemkot Depok akan melakukan penataan kawasan Depok Heritage karena Depok memiliki sejumlah bangunan bersejarah cagar budaya.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa
Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein. 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Mochammad Dipa

TRIBUNNEWSDEPOK.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana melakukan penataan Depok Lama sebagai kawasan bersejarah atau Depok Heritage yang nantinya bakal dijadikan destinasi wisata bersejarah.

Dalam perencanaan penataan kawasan Depok Heritage, Pemkot Depok menggandeng Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Pemkot Depok akan melakukan penataan kawasan Depok Heritage karena Depok memiliki sejumlah bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang menjadi cagar budaya.

"Banyak aset-aset yang tergolong heritage atau bangunan cagar budaya. Depok ini berhubungan juga dengan sejarah Belanda, pertama dengan Cornelis Chastelein dengan 12 marga budak yang kemudian mendapat warisan dari Cornelis chastelein. Jejaknya pun masih ada seperti Gereja Immanuel, lalu ada pemakaman dari keturunan 12 marga ini," ujar Pakar Aspek Sosial Budaya dalam Arsitektur-Heritage dan Cagar Budaya, Kemas Ridwan, Minggu (14/11).

Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein.
Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein. (TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa)

Baca juga: Bertemu dengan Fakultas Teknik UI, Pemkot Depok Susun Rencana Destinasi Heritage Depok Lama

Menurut Kemas, penataan Kawasan Depok Heritage ini bertujuan untuk menjadikan kawasan Depok Lama sebagai ikon kawasan tempo dulu.

"Jadi kita ingin Depok Lama ini punya narasi baru tentunya mengadaptasi situasi perkembangan Kota Depok yang sekarang berkembang sudah luar biasa. Itu yang diharapkan jadi icon atau semacam ruang publik baru bagi Depok yang akan kita tata agar anak-anak muda bisa merasakan Depok tempo dulu," sebut Kemas.

Kemas menuturkan, bahwa di kawasan Depok Lama terdapat pertemuan dari berbagai budaya, yaitu Betawi, Sunda, Jawa dan Belanda.

Baca juga: Pemkot Buka Kesempatan Pengusaha Danai Revitalisasi Kawasan Depok Lama untuk Cagar Budaya Belanda

"Jadi Depok Lama ini ciri khas Eropanya sangat kuat ya, bukan berarti kita akan mengembalikan Depok Lama seperti zaman dulu tapi Depok Lama yang menyesuaikan dengan kondisi modern tapi tetap generasi muda bisa mengetahui depok lama dengan kekhasannya dengan situasi saat ini, karena kita nggak mungkin mengembalikan depok lama persis sama seperti zaman dulu, tapi jejak sejarahnya ini tetap kita pertahankan dan jadi rujukan pembangunan supaya jejak ini tidak hilang," ucapnya.

Kemas menyebutkan, saat ini obyek cagar budaya di Depok yang sudah tercatat dan mendapatkan Surat Keputusan (SK) cagar budaya dari Pemkot Depok ada sekitar 10 obyek.

Baca juga: Banyak Bangunan Bersejarah, Disporyata Depok Ingin Jadikan Kota Depok Heritage Tourism

"Yang sudah di SK kan 10 lebih dan yang belum ada 6 tapi sebenarnya lebih dari itu, 6 itu yang baru masuk dalam daftar ya termasuk obyek yang era pra kolonial juga," ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), Prof Hendri DS Budiono, mengatakan kawasan Depok Heritage ini dimulai dari Jalan Pemuda hingga Stasiun Depok.

"Karena memang lokasi tersebut yang didaftarkan Pemerintah Kota Depok menjadi daerah cagar budaya," jelasnya.

Hendri menjelaskan nantinya kawasan heritage itu bakal dilengkapi dengan museum dan fasilitas lainnya.

Terlebih lagi, berdasarkan kisah terdahulu pernah ada Kantor Presiden Depok dengan sejarahnya, sehingga hal itu akan menjadi daya tarik tersendiri.

Sebelumnya, Dubes Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns mendatangi kawasan Depok Lama yang berada di Jalan Pemuda, Kamis (11/11).

Kedatangan Lambert untuk berdiskusi dengan Pemerintah Kota Depok dan Universitas Indonesia (UI) terkait kawasan Belanda Depok yang akan dijadikan heritage.

"Saya baru pertama kali datang ke Depok Lama, di sini ada Belanda Depok dan masih ada generasi ke-10 Cornelis Chastelein. Ini sangat istimewa sekali," ucapnya. (dip)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved