Depok Heritage

Jalan Pemuda Akan Dijadikan Kawasan Depok Heritage, Warga Belum Dapat Sosialisasi dari Pemkot Depok

Jalan Pemuda merupakan salah satu kawasan Depok Lama yang akan ditata oleh Pemkot Depok menjadi kawasan bersejarah atau Depok Heritage.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa
Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein. 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Mochammad Dipa

TRIBUNNEWSDEPOK.COM - Depok memiliki jejak peninggalan Belanda. Hal ini masih terlihat di kawasan Depok Lama. Seperti yang ada di kawasan Jalan Pemuda, Depok Lama, Kecamatan Pancoran Mas.

Ada sejumlah bangunan peninggalan Belanda yang terdapat di Jalan Pemuda, di antaranya Istana Presiden Depok yang sekarang menjadi Rumah Sakit Harapan, Tugu Peringatan Cornelis Chastelein, Gedung Pertemuan Eben Haezer, gedung sekolah yang kini jadi gedung SDN Pancoran Mas 2, Gereja GPIB Immanuel, dan Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).

Jalan Pemuda merupakan salah satu kawasan Depok Lama yang akan ditata oleh Pemkot Depok menjadi kawasan bersejarah atau Depok Heritage.

Terkait dengan rencana penataan kawasan Depok Lama menjadi Depok Heritage, ternyata sejumlah warga Depok, belum mengetahui info tersebut.

Seperti diutarakan oleh Sherly Helena Soedira yang merupakan keturunan dari salah satu 12 marga budak Cornelis Chastelein atau Kaoem Belanda, mengaku dirinya belum mendapatkan sosialisasi dari Pemkot Depok maupun YLCC terkait hal itu.

Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein.
Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein. (TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa)

Baca juga: Kawasan Depok Lama akan Jadi Depok Heritage, Kemas Ridwan: Jadi Ikon Kawasan Tempo Dulu Kota Depok

"Kalau saya dan warga sih belum tahu, mungkin hal itu udah disampaikan ke pihak yayasan (YLCC), dari yayasan juga belum disampaikan ke warga," ucap Sherly kepada TribunnewsDepok.com, Minggu (11/11).

Meski belum disosialisasikan, namun Sherly setuju akan rencana penataan kawasan Depok Lama untuk dijadikan Depok Heritage.

"Ya setuju aja kalau nanti berpengaruh terhadap Kaoem Depok dan juga warga Depok lainnya agar lebih maju. Jangan nanti diambil alih oleh pihak lain yang memanfaatkan aset sejarah dari Kaoem Depok ini," sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Davis Johannes Soedira yang menyatakan setuju akan rencana penataan kawasan Depok Lama menjadi Depok Heritage.

Baca juga: Bertemu dengan Fakultas Teknik UI, Pemkot Depok Susun Rencana Destinasi Heritage Depok Lama

"Kalau memang tujuannya positif ya saya setuju, apalagi kalau bisa ciptain lapangan kerja buat Kaoem Depok dan warga Depok lainnya ketika Depok Lama ini dijadikan obyek wisata bersejarah," sebutnya.

Komentar lain juga datang dari salah satu penarik becak yang ada di Jalan Pemuda. Abdul Sahid mengatakan, jika penataan Depok Heritage benar dilakukan, ia berharap akan dapat menambah pundi-pundi penghasilannya dari menarik becak.

"Ya sangat setuju, apalagi kalau bangunan sejarah disini (Jalan Pemuda) dijadikan obyek wisata, jadi makin banyak orang tahu dan datang kesini, bisa jalan-jalan naik becak juga," ucapnya.

Abdul Sahid mengaku, meski Pemkot Depok sudah sedikit menata jalan Pemuda dengan pembangunan gapura diujung Jalan Pemuda dan mendirikan sejumlah tiang lampu jalan dengan model klasik, namun tidak dirawat secara maksimal.

Baca juga: Pemkot Buka Kesempatan Pengusaha Danai Revitalisasi Kawasan Depok Lama untuk Cagar Budaya Belanda

"Harusnya ada dari dinas terkait yang ngerawat, soalnya banyak juga lampu-lampunya yang mati bahkan hilang," ucapnya.

Abdul Sahid mengaku, selama ini warga kebanyakan hanya memanfaatkan becak untuk bepergian ke gereja atau ke lokasi tujuan terdekat saja.

"Kebanyakan anterin penumpang ke gereja sama tempat-tempat yang nggak jauh dari sini," ucapnya.

"Untuk ongkosnya, kalau jarak dekat bisa Rp 10-15 ribu tapi kalau agak jauh bisa Rp 35 ribu," pungkas Abdul Sahid. (dip)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved