Breaking News:

Kriminalitas

TNI AL Jadi Korban Mafia Tanah, Jenderal TNI Bintang Dua Ungkap Peristiwa Terjadi Sejak 1996

TNI AL Jadi Korban Mafia Tanah, Jenderal TNI Bintang Dua Ungkap Peristiwa Terjadi Sejak 1996. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Laksamana Muda (Laksda) Nazali Lempo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu (10/11/2021). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Laksamana Muda (Laksda) Nazali Lempo memaparkan kasus mafia tanah yang dialami TNI AL terjadi sejak era tahun 90an.

Beragam modus pun dilakukan para mafia tanah yang mengklaim tanah seluas 32 hektar milik TNI AL serta tanah seluas 8,5 hektar milik warga bernama Yudi Astono di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. 

Peristiwa tersebut diungkapkannya terjadi pada tahun 1996.

Ketika dirinya menjabat sebagai Danpomal Lantamal III/Jakarta, tanah TNI AL di Kelapa Gading mulai diklaim oleh berbagai pihak sejak tahun 1996. 

Tanah TNI AL dijelaskannya digugat oleh tujuh pihak. 

Semua pihak kalah, sampai akhirnya tinggal satu, yakni Soemardjo.

"Jadi, kami tinggal satu menghadapi (penggugat) Soemardjo. Dulu Soemardjo ini kalah, tapi pas perjalanan waktu, tahu-tahunya ia bisa menang," katanya ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu (10/11/2021).

Kejanggalan ini bukan tanpa alasan. Sebab, Soemardjo bisa menang memakai dokumen yang jelas-jelas telah dinyatakan palsu oleh Labkrim Puslabfor Bareskrim Polri. 

Dia mengklaim pakai Gross Akte Eigendom Verponding Nomor 849 dan Nomor 850 tertanggal 15 April 1953.

Baca juga: Tidak Hanya Masyarakat, Mantan Menkumham Ungkap TNI AL Turut Jadi Korban Kasus Mafia Tanah

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved