Kabupaten Bogor
Capaian Vaksinasi Baru 50,54 Persen, Bupati Bogor Minta Jangan Bandingkan dengan Daerah Lain
Dosis ketiga untuk tenaga kesehatan sebanyak 11.896 atau setara 90,57%, sehingga total vaksinasi mencapai 3.550.858 dosis.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Tingkat vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor masih rendah dibandingkan wilayah lain di Jabodetabek.
Berdasarkan data per 2 November 2021, capaian vaksin dosis pertama sebanyak 2.135.630 atau setara 50,54%, dan dosis kedua 1.403.332 atau setara 33,21%.
Dosis ketiga untuk tenaga kesehatan sebanyak 11.896 atau setara 90,57%, sehingga total vaksinasi mencapai 3.550.858 dosis.
Pemerintah pusat menargetkan Kabupaten Bogor untuk melaksanakan vaksinasi 4.225.790 orang atau sebanyak 8.451.580 dosis sampai dengan Desember 2021.
Baca juga: Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Bogor Tangani Korban Bencana di Harkat Jaya
Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan bahwa rendahnya vaksinasi Covid-19 terkendala wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang mencapai 5,4 juta jiwa, atau 11,24 persen penduduk Jawa.
"Tingkat vaksinasi di Kabupaten Bogor tidak bisa dibandingkan dengan kota kabupaten lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit," kata Ade, Rabu (3/11/2021).
Dia menambahkan saat ini Kabupaten Bogor berstatus PPKM level 3. Walaupun capaian vaksin lebih dari 50% tapi vaksinasi lansia dibawah 40%.
Sedangkan syarat turun ke level 2 harus 50 persen vaksinasi dan 40 persen vaksinasi lansia.
"Jadi penentuan level PPKM ada pemerintah pusat," ujarnya.
Ade mengungkapkan, dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, Kabupaten Bogor memiliki target vaksinasi terbanyak di tingkat daerah, yakni 4,2 juta jiwa, atau 8,5 juta dosis vaksin.
"Saat ini kami juga mengalami, keterbatasan Nakes untuk menjangkau pelosok-pelosok desa. Padahal jumlah penduduk kami terbanyak se-Indonesia," jelas politisi PPP ini.
Baca juga: Gong Si Bolong Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda, Ini Kata Kadis Disporyata Kota Depok
Selain itu, wilayah Kabupaten Bogor yang sangat luas pun menjadi tangangan tersendiri.
"Masih ada warga kami yang harus berjalan kaki sejauh 2 km hingga 4 km dari dusun untuk menjangkau lokasi vaksinasi, baik itu di kantor desa maupun kecamatan," ungkap Ade Yasin.
Kesulitan ini, lanjut dia, diungkapkan oleh para kepala desa seperti di Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Cariu, Tanjungsari, dan Nanggung.
"Mereka mengeluh tentang jangkauan masyarakat ke desa. Jadi ada masyarakat yang kalau jalan kaki, mereka mungkin tidak sanggup karena jauh. Jadi saya kira perlu penjemputan dari desa ke lokasi mereka," ujar Ade.
Meski demikian, Ade Yasin tetap optimistis bisa mencapai target 70 persen di akhir tahun.
"Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengakselerasi vaksinasi dengan cara kolaborasi dan sinergitas dengan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder," ungkapnya.
Baca juga: Asyik Bermain, Bocah Putri 1,5 Tahun Ini Terpeleset dan Terseret Arus Sungai Cinagara
Selain terus membantu memenuhi kebutuhan dosis vaksinasi, Ade meminta kepada pemerintah pusat untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) beserta biayanya.
"Saat ini kami kekurangan nakes untuk menjangkau pelosok-pelosok desa. Kami terus lakukan sinergi dengan TNI, Polri dan seluruh stakeholder untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok wilayah," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kegiatan-vaksinasi-Covid-19-di-Kabupaten-Bogor.jpg)