Breaking News:

Pendidikan

Unkris Siap Sosialisasikan Hasil Kongres Kebangsaan Sesuai Arahan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo harap Kongres Kebangsaan dapat melakukan refleksi mendalam. Unkris siap sosialisasikan hasil Kongres Kebangsaan.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Unkris Siap Sosialisasikan Hasil Kongres Kebangsaan Sesuai Arahan Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Unkris siap sosialisasikan hasil Kongres Kebangsaan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Akademisi Universitas Krisnadwipayana (Unkris) mendukung hasil dari Kongres Kebangsaan yang digelar bertepatan dengan Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 di  Gedung Nusantara IV MPR RI.

Baca juga: Unkris Gelar Santunan Anak Yatim, Rektor Sampaikan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Kongres yang mengusung tema besar ‘Ikhtiar Memperadabkan Bangsa’ tersebut diselenggarakan oleh MPR RI bekerjasama dengan Aliansi Kebangsaan dan Forum Rektor Indonesia, serta didukung Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Kompas.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo berharap Kongres Kebangsaan dapat melakukan refleksi mendalam tentang dunia masa kini dan yang akan datang, serta menghasilkan rekomendasi besar bagi penguatan kebangsaan.

Baca juga: Asal Usul Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Dari Menteng Jakarta Hingga Tambah Gedung Baru

Lebih penting lagi, bisa memberikan rekomendasi langkah-langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kehidupan kebangsaan Indoensia ke depan.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menjelaskan, Kongres Kebangsaan diselenggarakan untuk menggugah kesadaran kolektif tentang persoalan-persoalan mendasar dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

Baca juga: Ini Nama 21 Calon Pejabat Tinggi Pratama yang Lolos Tahap Uji Kompetensi dan Pemeriksaan Kesehatan

Selain itu juga untuk  menggalang tanggungjawab intelektual untuk turut memberikan kontribusi pemikiran dalam usaha transformasi sosial.

“Pada akhirnya akan menawarkan peta jalan pembangunan sebagai masukan rekomendasi kebijakan bagi penyusunan sistem perencanaan pembangunan nasional, serta menjadi ruang konsensus bersama berbagai entitas dalam pergumulan Indonesia yang bhinneka, dalam upaya membangun peradaban Pancasila,” tutur Bamsoet.

Sementara itu, Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo mengemukakan bahwa Kongres Kebangsaan ini digagas oleh kaum cendekiawan dari berbagai lintas profesi dan institusi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved