Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki: UMKM Harus Adaptif dan Inovatif dalam Memanfaatkan Teknologi

Hal itu diungkapkan Teten Masduki dalam acara virtual Launching TribunnewsDepok.com "Nyok Bangkitkan Digitalisasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19"

Penulis: murtopo | Editor: murtopo
YouTube Warta Kota
Webinar yang digelar Tribunnews dan Warta Kota dalam agara launching TribunnewsDepok.com dengan tema Nyok Bangkitkan Digitalisasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19, Jumat (8/10/2021). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan bahwa di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, transformasi digital UMKM akan menjadi penting.

Kata Teten Masduki UMKM harus adaptif dan inovatif dalam pemanfaatan teknologi.

Hal itu diungkapkan Teten Masduki dalam acara virtual Launching TribunnewsDepok.com "Nyok Bangkitkan Digitalisasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19"

"Berdasarkan hasil survei dari Google dan Temasek, ekonomi digital Indonesia di tahun 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 Triliun. Sementara Hasil survei dari Bank Indonesia tahun 2020 nilai transaksi digital mencapai Rp 250 Triliun, ujar Teten Masduki.

Baca juga: Dikurasi Warwick, Beragam Produk Desa Tembi Dinilai Sandiaga Uno Mampu Masuk Pasar Internasional

Lebih lanjut Teten Masduki menyebtukan bahwa di tahun 2024 pemerintah menargetkan 30 juta UMKM terhubung ke dalam platform digital.

Sementara hingga saat ini UMKM yg telah terhubung ke komunitas digital mencapai 15,9 juta, naik hampir 100 persen sebelum pandemi yg hanya 8 juta.

"Untuk dapat memanfaatkan potensi tersebut perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari Pemerintah Daerah Kota Depok yang diharapkan proaktif dalam pendampingan bagi UMKM untuk bisa bertransformasi dari hulu ke hilir untuk mengembangkan kualitas produk dan skala bisnisnya, ujarnya.

Baca juga: Bantu UMKM Seperti Ibu Sri, Sandiaga Uno: BIP Disalurkan Tepat Sasaran, Tepat Manfaat & Tepat Waktu

Sementara itu Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM , Luhur Pradjarto mengatakan bahwa terkait dengan ekosistem digital, para penggiat UMKM yang masuk dalam digitalisasi harus memperhatikan kualitas produk mereka.

"Seperti pepatah jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung, karena kita tidak tahu barangnya seperti apa kualitasnya Untuk itu bila ingin masuk ke komunitas digital ini tentunya harus ada kuratornya," kata Luhur Pradjarto.

Baca juga: Kembangkan UMKM Masyarakat Agar Lebih Produktif, Warga Kelurahan Limo Diberi Pelatihan Olahan Pangan

Lebih lanjut Luhur Pradjarto mengatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan pendampingan untuk menyediakan kurator meski jumlahnya tidak banyak.

Selain itu juga harus ada standarisasi produk dan pemerintah sudah memberikan sejumlah kemudahan perizinan bagi UMKM dalam mengurus persyaratan tersebut.

"Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya produk-produk UMKM ini masuk digitalisasi dan produknya bisa disenangi oleh konsumen. Kita ingin konsumen puas dan produk Indonesia bisa dibanggakan," ujarnya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved