INFRASTRUKTUR
Pembangunan Tol Semarang-Demak Akan Gunakan BAMBU
Dalam postingan terbaru di instagram Kementerian PUPR @kemenpupr, disebutkan bahwa bambu akan dipakai sebagai sistem matras.
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MARGONDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerjan PUPR akan membuat sejarah konstruksi baru di Indonesia.
Kementerian PUPR memastikan akan menggunakan bambu dalam pembangunan Tol Semarang-Demak.
Tol Semarang-Demak adalah tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol.
Dalam postingan terbaru di instagram Kementerian PUPR @kemenpupr, disebutkan bahwa bambu akan dipakai sebagai sistem matras.
Baca juga: Denny Sumargo Sebut Ada Talent Lain yang Menjadi Korban dari Mantan Manajernya
Fungsinya adalah untuk memperkuat daya dukung tanah dalam pembangunan, terutama untuk perkuatan tanah lunak.
Nantinya akan ada 17 lapis matras bambu.
Metode tersebut diharapkan akan memberikan konstruksi tanggul laut terintegrasi dengan jalan tol yang efisien dari segi biaya, tetapi tetap handal.
Kementerian PUPR sudah melakukan pengujian terhadap kehandalan bambu untuk pembangunan jalan tol.
Pengujian yang dilakukan terdiri dari uji tarik dan uji lentur sistem matras bambu.
Baca juga: H-2 Pelaksanaan Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS, Persiapan Diklaim Capai 75 Persen
Pengujian dilakukan untuk mengetahui perilaku dari bambu yang dirangkai menjadi matras saat menghadapi gaya tarik horizontal dan gaya tekan tegak lurus.
Tanggul laut terintegrasi dengan jalan tol ini merupakan konstruksi yang baru pertama dilakukan di indonesia sehingga jadi tantangan bagi Kementerian PUPR.